PENGARUH FREKUENSI SUARA “GARENGPUNG” (Dundubia manifera) TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKTIVITAS, DAN PATOGEN "Phytophthora infestans" TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum, L) DENGAN SISTEM GREENHOUSE
ABSTRAK: Kentang adalah salah
satu komoditi andalan sektor pertanian di Indonesia yang digunakan untuk
mencukupi kebutuhan, sebagai bahan pengganti makanan pokok (beras). Penyakit
lodoh disebabkan oleh serangan jamur patogen ganas Phytophthora infestans dapat
menurunkan produksi kentang hingga 90% dari total produksi kentang dalam waktu
yang amat singkat (Cholil, 1991). Teknologi sonic bloom adalah terobosan untuk
membuat tanaman tumbuh lebih baik perpaduan antara pemasangan unit suara
penghasil suara frekuensi antara 3500-5000 Hz dan penyemprotan nutrisi melalui
daun (Hantoro Tapari, 2009). Selain itu, penambahan penerapan sistem Greenhouse
bertujuan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman baik secara kualitas maupun
kuantitas dengan cara melindungi tanaman dari guyuran hujan, tiupan angin yang
langsung dan intensitas sinar matahari yang berlebihan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi suara garengpung
dan sistem greenhouse terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kentang
serta patogen "Phytophthora Infestans".Penggunaan greenhouse Dinas
Pertanian pada ketinggian tempat 700–800 dpl. Kondisi kedua greenhouse yang
digunakan dibuat homogen, perbedaan perlakuan hanya pada pemutaran suara
garengpung. Drive frekuensi suara rekaman garengpung diputar dengan CD player,
diletakkan pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah. Perlakuan suara serangga
“garengpung” dilakukan setiap hari selama 2 jam.
Berdasarkan hasil penelitian, tinggi tanaman dan diameter batang pada
tanaman perlakuan mengalami pertumbuhan yang sangat nampak jelas berbeda sejak
10 hst hingga 80 hst bahkan melebihi tinggi pada umumnya. Hal tersebut
diperkuat dengan perbedaan besarnya bukaan stomata. Produktivitas pada tanaman
dengan menggunakan perlakuan meningkat sebesar 40,8 %. Tanaman dengan perlakuan
yang terserang Phytoptora infestans dilihat dari kenampakan fisiknya mempunyai
daya tahan cukup tinggi walaupun tidak mengahambat secara keseluruhan.
Penulis: Riza S., Dwi N., Siti
M.
Kode Jurnal: jpbiologidd120326