HUBUNGAN PAPARAN KEBISINGAN DISKOTIK DENGAN FUNGSI INDERA PENDENGARAN PENGGUNA NYA (STUDI KASUS DI DISKOTIK X SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lama, durasi, dan frekuensi paparan kebisingan diskotik, gambaran fungsi indera pendengaran clubbers, dan hubungan lama, durasi, dan frekuensi paparan kebisingan diskotik dengan fungsi indera pendengaran clubbers. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik studi kasus di Diskotik X dengan desain studi cross sectional dengan point time approach. Subjek penelitian adalah clubbers yang mengunjungi diskotik x minimal 1 kali seminggu dengan durasi 0-6 jam dan memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, uji pendengaran dengan audiometer, dan pengukuran intensitas kebisingan dengan sound level meter. Data dianalisis secara deskriptif. Diskotik x memiliki rerata intensitas kebisingan 112,5 dB (QUEST sound level meter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: responden lebih banyak terpapar kebisingan <5 tahun (53,1%), dengan durasi perkunjungan 2-4 jam (43,8%), dan berkunjung 1 kali seminggu (65,6%). Mayoritas responden mengalami gangguan fungsi indera pendengaran (93,8%) dengan jenis gangguan tuli konduktif telinga kiri (90,7%) dan kanan (90,7%); gangguan pendengaran lebih banyak dialami pada responden dengan lama paparan <5 tahun (46,9%) pada durasi perkunjungan 2-4 jam (43,8%) dan berkunjung 1 kali seminggu (59,4%). Terdapat faktor lain yang dimungkinkan mempengaruhi fungsi indera pendengaran diantaranya umur, jenis kelamin, riwayat pekerjaan dan hobi dengan paparan kebisingan. Keterbatasan penelitian ini antara lain jumlah responden, ragam tes fungsi indera pendengaran, dan kelengkapan informasi yang diberikan responden.
Kata kunci: Kebisingan, diskotik, fungsi indera pendengaran
Penulis: BAYU KURNIAWAN
Kode Jurnal: jpbiologidd130400

Artikel Terkait :