ANALISIS PRO DAN KONTRA DALAM PENGELOLAAN SUMBER AIR NGESONG DI DESA PUNTEN KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

Abstrak: BAPPEDA, Dinas Cipta Karya dan PDAM Kota Batu melakukan koordinasi untuk mengelola Sumber Air Ngesong untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Kelurahan Ngaglik dan sekitarnya. Akan tetapi sumber air juga dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sumber air sehingga terjadi pro dan kontra dalam pengelolaan sumber air. Pemerintah harus melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar agar tercipta kesepakatan dengan mengambil jalan tengah agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Penelitian ini ingin mengetahui, mendiskripsikan dan menganalisis pihak-pihak yang pro dan kontra serta kesepakatan yang telah dicapai dalam pengelolaan terhadap Sumber Air Ngesong di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pihak pro terdiri dari BAPPEDA, Dinas Cipta Karya dan PDAM Kota Batu saling berkoordinasi membuat RISPAM sebagai rencana induk dalam pengelolaan Sumber Air Ngesong. Pihak kontra terdiri dari masyarakat Desa Gunung Sari, Desa Sumberejo dan Kelurahan Ngaglik karena pengelolaan mengakibatkan persediaan sumber air semakin berkurang dan penanaman pipa-pipa saluran air membuat fasilitas umum dan lahan pribadi menjadi rusak. Kesepakatan yang dicapai dengan penghijauan di sekitar sumber air, pembetulan kembali fasilitas umum yang dilalui oleh pipa-pipa saluran air dan kompensasi ganti rugi kepada masyarakat yang lahan pribadinya dilalui oleh pipa-pipa saluran air.
Kata kunci: Analisis Pro dan Kontra, Argumentative Trend, Kesepakatan
Penulis: Subekti Ari Pribadi
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd140232

Artikel Terkait :