STRATEGI PENGEMBANGAN JAMA’AH MASJID JOGOKARIYAN YOGYAKARTA SEJAK 2003-2013

Abstrak: Latar belakang peneliti melakukan penelitian ini karena banyaknya dakwah masjid yang tidak menyentuh  persoalan  masyarakat.  Peneliti  kemudian  menemukan  Masjid  Jogokariyan  yang berbeda  dari  masjid  pada  umumnya.  Penulisan  skripsi  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikanmengenai Strategi Pengembangan Jama’ah Masjid Jogokariyan Yogyakarta Sejak 2003-2013. Dalam  skripsi  ini  ada  tiga  permasalahan  yang  akan  di  bahas  yaitu:  strategi  yang  dipakai takmir Masjid Jogokariyan dalam pengembangan  jama’ah, faktor pendorong dan penghambat dan  dampak  atas  implementasi  strategi  pengembangan  jama’ah  terhadap  masyarakat  di sekitar Masjid Jogokariyan. Penulisan  skripsi  ini  menggunakan  metode  kualitatif  deskriptif.  Teknik  pengumpulan  data yang digunakan adalah observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Teknik sampling menggunakan  purposive  sampling.  Instrumen  penelitian  dalam  metode  kualitatif  adalah peneliti  itu  sendiri.  Teknik  validitas  data  dilakukan  dengan  teknik  triangulasi  sumber  dan metode.  Teknik  analisis  data  menggunakan  model  analisis  interaktif  Miles  dan  Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil  yang  diperoleh  dalam  penelitian  ini  adalah:  pertama  Program-program  takmir  Masjid Jogokariyan.  Program-program  yang  dibuat  takmir  Masjid  Jogokariyan  berbasis  pada pelayanan  yang  meliputi  pelayanan  spiritual,  sosial  dan  ekonomi.  Pelayanan  spiritual ditujukan  agar  Jama’ah  merasa  tenang  dalam  beribadah.  Pelayanan  sosial  yang  dilakukan takmir  Masjid  Jogokariyan  meliputi  relawan  Masjid,  mengadakan  komunitas-komunitas, olahraga,  penyembelihan  hewan  kurban  dan  tim  Bersih-bersih  Masjid  (BBM).  Pelayanan ekonomi  dilakukan  agar  masyarakat  terutama  yang  menjadi  Jama’ah  rutin  menjadi  lebih sejahtera.  Kedua  Faktor  penghambat  pengembangan  Jama’ah  Masjid  Jogokariyan.  Faktor historis (kehadiran PKI dan kultur premanisme) dan ideologis (kaum abangan).  Ketiga  Faktor pendorong pengembangan Jama’ah  Masjid Jogokariyan. Keempat  Dampak yang ditimbulkan bagi takmir dan masyarakat. Bagi Takmir, memberikan pengalaman berorganisasi, memahami persoalan-persoalan  masyarakat  dan  meningkatkan  motivasi  ibadah.  Bagi  masyarakat, mendapatkan fasilitas pengobatan murah melalui poliklinik, meningkatkan kualitas spiritual, mendapat kemudahan peminjaman modal usaha dan pengentasan jeratan rentenir, anak yatim dan dhuafa mendapatkan tunjangan.
Kata Kunci: Strategi, Pengembangan Jama’ah, Masjid Jogokariyan, Yogyakarta
Penulis: WAHYU PANCA HIDAYAT
Kode Jurnal: jpsosiologidd140096

Artikel Terkait :