MENJEMBATANI AKSESIBILITAS MASYARAKAT MISKIN PADA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI INSTITUSI LOKAL

Abstract: Masalah rendahnya aksesibilitas masyarakat miskin pada pelayanan kesehatan hingga kini belum terselesaikan. Pada praktiknya, Masyarakat miskin masih menemui kendala-kendala yang menghambat aksesibilitasnya pada pelayanan kesehatan.Beberapa literatur menunjukkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh dua faktor, yaitu, pertama adalah faktor internal (yang datangnya dari individu itu sendiri) misalnyakurangnya partisipasi warga miskin dalam kegiat-an pelayanan kesehatan. Kedua adalah faktor eksternal (yang berasal dari luar individu) seperti letak geografis yang jauh, perlakuan diskriminatif dari health care provider, prosedur ad-ministratif yang rumit dan lain sebagainya. Namun, menurut penulis, faktor-faktor tersebut bukanlah penyebab utama yang substansial dan mendasar, melainkan hanya faktor “sekunder” saja. Tulisan ini berasumsi bahwa masalah rendahnya akses masyarakat miskin pada pelayanan kesehatan disebabkan oleh faktor sistemik dan struktural, yaitu dominasi model kebijakan pemerintah yang teknokratis (top-down) dalam pembangunan kesehatan sehingga menafikan potensi-potensi lokal masyarakat. Masyarakat tidak diberi kesempatan untuk menyuarakan aspirasinya terkait bentuk pelayanan kesehatan yang baik bagi mereka. Di sisi lain, masyarakat juga tidak dilibatkan dalam perumusan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kebijakan kesehatan pemerintah. Akibatnya adalah pelaksanaan pembangunan kesehatan di tingkat bawah mengalami banyak kendala dan masalah yang tidak terprediksi, termasuk masalah rendahnya aksesibilitas masyarakat miskin pada pelayanan kesehatan. Dengan demikian, masya-rakat miskin menjadi tidak berdaya mengakses pelayanan kesehatan dan mengalami ketergantungan pada pemerintah.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah media yang menjembatani akses masyarakat miskin pada pelayanan kesehatan, yaitu institusi lokal. Tulisan ini memaparkan hambatan sistemik dan struktural yang menyumbat akses masyarakat miskin pada pelayanan kesehatan. Selain itu, tulisan ini menawarkan solusi alternatif untuk mengatasi masalah ini dengan meman-faatkan institusi lokal sebagai jembatan yang mengantarkan masyarakat miskin untuk mengakses pelayanan kesehatan, hal itu juga sekaligus menjadi tulisan ini.
Kata Kunci: akses orrang miskin, pelayanan kesehatan, struk-tural dan institusi local
Penulis: Ahmad Arif Widianto
Kode Jurnal: jpsosiologidd130163

Artikel Terkait :