PENGARUH CASH RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN EARNING S PER SHARE TERHADAP CASH DIVIDEN D PERUSAHAAN JASA NON KEUANGAN PERIODE 2006-2009
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cash Ratio terhadap Cash Dividend, pengaruh
Debt to Equity Ratio terhadap Cash Dividend dan pengaruh Earning per Share
terhadap Cash Dividend. Mengetahui pengaruh secara simultan Cash Ratio, Debt to
Equity Ratio dan Earning per Share terhadap Cash Dividend pada perusahaan jasa
non keuangan di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2009 dengan sampel perusahaan
sebanyak 9 perusahaan yang diambil secara purposive sampling. Uji prasyarat
analisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas,
uji multikolinearitas, dan uji autokorealsi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh secara
parsial dan untuk mengetahui secara simultan menggunakan regresi linear
berganda dengan level of significant 0,05 atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat pengaruh positif uji parsial (uji t), Cash Ratio berpengaruh positif
terhadap Cash Dividend yang ditunjukkan dengan t hitung sebesar 0,330 dan nilai
signifikansinya sebesar 0,743 (lebih besar dari 0,05) sehingga hipotesis
alternatif pertama diterima. Variabel Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif
terhadap Cash Dividend yang ditunjukkan dengan t hitung sebesar -0,171 dan
nilai signifikansinya sebesar 0,865 (lebih besar dari 0,05) sehingga hipotesis
alternatif kedua diterima. Variabel Earning per Share berpengaruh positif
terhadap Cash Dividend yang ditunjukkan dengan t hitung sebesar 10,012 dan
nilai signifikansinya sebesar 0,000 (lebih kecil 0,05) sehingga hipotesis
alternatif ketiga diterima. Hasil uji secara simultan dilakukan dengan
menggunakan uji F, hasil uji signifikansi F hitung memiliki nilai sebesar
32,128 dengan signifikansinya 0,000. Hal ini berarti model persamaan regresi
dalam penelitian ini dinyatakan baik (goodness of fit). Nilai koefisien
determinasi secara simultan dalam penelitian ini adalah sebesar 0,727. Hal ini
berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen
adalah sebesar 72,7%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel independen di
luar penelitian ini.
Penulis: EMMA ROFIKA BUNAYA
Kode Jurnal: jpakuntansidd130237