PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  secara  mendalam  tentang pelaksanaan  pendidikan  kecakapan  hidup  yang  terdiri  dari: Perencanaan,  Pelaksanaan,  Evaluasi  dan  bahkan  kendala  masalah keterampilan  hidup  dan  pemecahan  masalah  di  Otomotif  Spesifikasi Teknis di SMK 1 Sutera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode  penelitian  kualitatif  dengan  menggunakan  langkah-langkah  kualitatif  seperti  yang  disarankan  oleh  Spradley.  Informan dipilih  secara  sengaja,  dengan  teknik  snowball  sampling. Jumlah informan  adalah  sebagai  diperpanjang  sesuai  kebutuhan.  Kunci informat adalah kepala sekolah SMK 1 Sutera sehingga meningkatkan pertandingan  kebutuhan  data.  Data  bahwa  data  yang  dikumpulkan melalui  observasi,  wawancara  dan  studi  dokumentasi  validasi dilakukan  dengan  menerapkan  teknik  triangulasi,  yaitu  validasi dengan  berfungsi  hal  luar  data  Triangulasi  dilakukan  dengan membandingkan  sumber  data  wawancara  dari  observasi, membandingkan  pernyataan  aktor  diartikulasikan  secara  terbuka  dan mereka dikomunikasikan secara  individual, dan  membandingkan data yang  dikumpulkan  dengan  teori  yang  relevan.  Temuan  penelitian  ini adalah  pelaksanaan  program  kecakapan  hidup  yang  terintegrasi  ke dalam  pelaksanaan  pembelajaran  pada  kurikulum  inti  di  sekolah. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan life skill tidak dilakukan secara maksimal,  karena  ada  adalah  peningkatan  hambatan.  Mereka  tampak bahwa  guru  tidak  mengerti  pendidikan  kecakapan  hidup  itu  sendiri, pengenalan  dan  pemahaman  siswa  tentang  pendidikan  life  skill  itu tidak  tersedia  secara  maksimal.  Menurut  hasil  evaluasi  proses  belajar mengajar  meliputi  evaluasi,  pendidikan  keterampilan  hidup  telah disesuaikan  dengan  prosedur  standar  umum  di  sekolah.  Sedangkan faktor  hasil  berada  pada  tingkat  yang  relatif  rendah.  Menurut  standar kelulusan  minimal, kompetensi uji grade 7, sedangkan rata-rata siswa mencapai  6,8.  Ini  berarti  estimasi  mahasiswa  mencapai  saat  program life skill yang diperkirakan dari hasil uji kompetensi adalah 65 -70 % .
Kata kunci: Pendidikan Kecakapan Hidup, SMK
Penulis: Rahmat Hidayat, Jalius Jama, Elisna
Kode Jurnal: jppendidikandd130224

Artikel Terkait :