MANTRA BETUNGKAL: SIMBOLISME MASYARAKAT MELAYU NGABANG

Abstrak:  Penelitian  memiliki  tujuan  mendeskripsikan  simbol  mantra Betungkal  Masyarakat  Melayu  Ngabang.  Penelitian  ini  difokuskan  pada  puisi lama  yaitu  mantra  Betungkal  yang  ada  pada  masyarakat  Melayu  Ngabang. Mantra Betungkal   adalah mantra  yang digunakan sebagai tolak bala terhadap seseorang  baik  sebelum  terkena  musibah,  maupun  sestelah  terkena  musibah pada  seseorang.  Penelitian  ini  dilakukan  di  tiga  dusun  Desa  Hilir  Kantor Kecamatan    Ngabang,  yaitu  Dusun  Tebing  Tinggi,  Dusun  Tungkul,  Dusun Tanjung  karena  desa  ini  mayoritas  penduduk  Melayu  yang  masih mengggunakan  tradisi  Betungkal.  Penggunaan  metode  kualitatif  dan pendekatan  semiotik  untuk  memaparkan  unsur  simbol  terhadap  mantra Betungkal.  Penganalisisan  tentang  simbol  pada  mantra  Betungkal  masyarakat Melayu  Ngabang  dilihat  dari  data  empat  penutur  mantra.  Keseluruhan  data simbol  yang  terdapat  pada  mantra  Batungkal  adalah  33  simbol.  Simbol  ini  terbagi di dalam 8 simbol pada data informan A, 7 simbol data pada informan B, 12 simbol pada data mantra Betungkal informan C, dan 6 simbol pada data informan D.
Kata Kunci: Mantra Betungkal, Simbol, Melayu Ngabang
Penulis: Dede Melda, A. Totok Priyadi, Amriani Amir
Kode Jurnal: jppendidikandd140041

Artikel Terkait :