Hubungan antara Komunikasi yang Efektif dan Harga Diri dengan Kohesivitas Kelompok pada Pasukan Suporter Solo Sejati (Pasoepati)
ABSTRAK: Kohesivitas kelompok
terlihat melalui ketertarikan antaranggota dan kebersatuan kelompok dalam
pelaksanaan fungsi dan tujuan kelompok.
Anggota kelompok diharapkan
menghimpun komunikasi yang
baik dan mengoptimalisasi kemampuannya
untuk turut serta
memberi kontribusi demi
kelangsungan kelompok. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui:
1. Hubungan antara komunikasi
yang efektif dan
harga diri dengan kohesivitas kelompok pada Pasoepati,
2. Hubungan antara komunikasi yang efektif dengan kohesivitas kelompok pada
Pasoepati, dan 3. Hubungan antara harga diri dengan kohesivitas kelompok pada
Pasoepati.
Populasi dalam penelitian
ini adalah kelompok
suporter Pasoepati. Pengambilan
sampel menggunakan quota incidental
sampling, dengan penentuan
kuota sebanyak 200
responden. Alat pengumpul
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala
kohesivitas kelompok,skala komunikasi yang efektif, dan skala harga diri.
Teknik analisis data yang
digunakan untuk menguji hipotesis pertama
adalah analisis regresi
dua prediktor, selanjutnya untuk menguji hipotesis kedua dan
ketiga menggunakan analisis korelasi parsial.
Dari hasil analisis regresi
dua prediktor, diperoleh
nilai koefisien korelasi
(R) sebesar 0,723;
p = 0,000 (p < 0,05) dan F
hitung 107,701 >
F tabel 3,042.
Hasil tersebut menunjukkan
bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara
komunikasi yang efektif dan
harga diri dengan
kohesivitas kelompok pada Pasoepati.
Secara parsial menunjukkan terdapat
hubungan yang signifikan
antara komunikasi yang efektif dengan kohesivitas
kelompok pada Pasoepati dengan
koefisien korelasi (r)
sebesar 0,592; serta
terdapat hubungan yang s
ignifikan antara harga diri
dengan kohesivitas kelompok
pada Pasoepati yang
ditunjukkan oleh koefisien
korelasi (r) sebesar 0,141. Nilai R2 dalam
penelitian ini sebesar 0,522 atau 52,2%; terdiri atas kontribusi komunikasi yang
efektif terhadap kohesivitas kelompok sebesar 45,8% dan kontribusi harga diri terhadap kohesivitas kelompok sebesar 6,4%. Ini berarti masih
terdapat 47,8% faktor lain yang mempengaruhi kohesivitas kelompok.
Penulis: Hertina Wulansari,
Tuti Hardjajani, Arista Adi Nugroho
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd130007