HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PROKRASTINASI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Abstrak: Prokrastinasi dapat
terjadi di kalangan mahasiswa khususnya dalam pengerjaan tugas akhir, dimana
hal ini seringkali dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan untuk menetapkan aturan
bagi diri sendiri. Kemampuan untuk mengatur diri sendiri tidak terlepas dari
bagaimana seseorang menilai dan memaknai setiap tindakannya, dan hal ini
berkaitan dengan kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan spiritual dengan prokrastinasi
pada mahasiswa tingkat akhir. Subjek dalam penelitian ini adalah 62 mahasiswa
Universitas Pelita Harapan Surabaya yang sedang mengerjakan tugas akhir.
Kecerdasan spiritual diukur dengan menggunakan skala kecerdasan spiritual dan prokrastinasi
diukur menggunakan skala prokrastinasi yang diadaptasi dari Tuckman
Procrastination Scale (TPS). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan
negatif yang sangat signifikan antara kecerdasan spiritual dengan prokrastinasi
pada subjek penelitian (r = -0,307, p = 0,008, p < 0,01). Semakin tinggi
kecerdasan spiritual mahasiswa, semakin rendah prokrastinasinya dan sebaliknya.
Kecerdasan spiritual akan menuntun seseorang untuk memutuskan tindakan yang
tepat dan memikirkan dampak yang akan ditimbulkan oleh tindakannya. Mahasiswa
yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi akan cenderung menghindari
prokrastinasi karena perilaku tersebut merugikan dirinya sendiri maupun orang
lain.
Penulis: Ekawaty Rante Liling,
Firmanto Adi Nurcahyo, Karin Lucia Tanojo
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd130035