Hubungan antara Citra Tubuh Saat Hamil dan Kestabilan Emosi dengan Postpartum Blues di Puskesmas Grogol Sukoharjo
ABSTRAK: Wanita akan mengalami perubahan kondisi psikologis pasca melahirkan,
sehingga diperlukan penyesuaian. Namun, tidak
semua wanita mampu
melakukan penyesuaian terhadap
perubahan tersebut, sehingga menyebabkan wanita mengalami ganguan
suasana hati dalam
14 hari pertama
setelah melahirkan (postpartum blues). Citra tubuh
saat hamil dan
kestabilan emosi yang
baik diperlukan agar wanita mampu melewati fase
ini. Citra tubuh saat
hamil merupakan penilaian
mengenai tubuh selama
masa kehamilan. Kestabilan
emosi merupakan kemampuan bersikap tenang dalam situasi stres. Tujuan
penelitian ini (1) untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh saat hamil dan
kestabilan emosi dengan postpartum blues, (2) hubungan antara citra tubuh saat hamil dengan postpartum blues,
serta (3) hubungan
antara kestabilan emosi
dengan postpartum blues di Puskesmas
Grogol Sukoharjo.
Populasi penelitian adalah wanita yang tercatat menjadi pasien di
Puskesmas Grogol, Sukoharjo saat masih hamil sampai dengan setelah
melahirkan. Teknik sampling
yang digunakan yakni purposive quota
incidental sampling, dengan karakteristik
sampel yaitu usia
kehamilan ≥ 36 minggu
dan saat hari
ke-7 hingga 14
setelah melahirkan, serta tinggal
bersama suami. Sampel penelitian berjumlah 40 wanita. Pengumpulan data
dilakukan den gan Skala Citra Tubuh Saat
Hamil dan Skala
Kestabilan Emosi yang
diberikan saat hamil,
serta Skala Postpartum Blues diberikan pasca melahirkan.
Teknik analisis yang
digunakan adalah regresi
linier berganda, dengan
nilai F-hitung 21,818
> F-tabel 2,86
dan R 0,736, berarti terdapat
hubungan antara citra
tubuh saat hamil
dan kestabilan emosi
dengan postpartum blues. Secara
parsial, terdapat hubungan antara citra
tubuh saat hamil dengan postpartum blues dengan t-hitung 3,160 > t-tabel 2,021,
dan sebesar -0,315; serta
terdapat hubungan antara
kestabilan emosi dengan postpartum blues dengan t-hitung 2,539 > t-tabel
2,021, dan sebesar -0,234. Kesimpulannya yaitu (1) semakin positif citra tubuh saat hamil
dan semakin tinggi
kestabilan emosi, maka
intensitas gejala postpartum blues semakin
ringan. (2) Semakin positif citra
tubuh saat hamil, maka intensitas postpartum blues yang dialami semakin ringan.
(3) Semakin tinggi tingkat kestabilan emosi, maka postpartum blues yang dialami
semakin ringan intensitasnya.
Penulis: Nafisah Itsna Hasni,
Suci Murti Karini, Tri Rejeki Andayani
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd130024