PERBEDAAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA TB PARU YANG DIDAMPINGI PMO DAN TIDAK DIDAMPINGI PMO DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN BOYOLALI
Abstract: Tuberkulosis Paru
(TB Paru) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian dan banyak
menyerang kelompok umur produktif dan kelompok ekonomi lemah. Di Indonesia
penyakit ini merupakan penyebab kematian utama setelah penyakit jantung dan
saluran pernafasan. Di Kabupaten Boyolali penyakit TB Paru setiap tahunnya
terjadi peningkatan, untuk menanggukangi hal tersebut digunakan strategi DOTS,
tetapi ternyata dari 26 Puskesmas yang ada hanya 5 Puskesmas yang bias
menjalankan PMO, sedang yang selebihnya tidak terdapat PMO.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat
kepatuhan berobat pada penderita TB Paru yang didampingi PMO dan tidak didampingi
PMO di Wilayah Puskesmas Kabupaten Boyolali.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi Explanatory
dengan menggunakan metode survey melalui pendekatan Cross Sectional. Sampel
penelitian diambil dengan dua cara, yaitu untuk sampel puskesmas diambil dengan
cara Cluster Random Sampling dan sampel penderita diambil secara keseluruhan
atau total populasi dari masing-masing wilayah puskesmas penelitian. Hasil
penelitian dianalisa dengan uji statistic Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan kepatuhan
berobat antara penderita TB Paru yang didampingi PMO dan yang tidak didampingi
PMO.
Untuk meningkatkan kepatuhan berobat pada penderita TB Paru sebaiknya PMO
diambil dari keluarga penderita atau kader dari mantan penderita yang sudah
sembuh yang sebelumnya sudah diberi penyuluhan atau pelatihan oleh petugas
puskesmas.
Penulis: Wiwik Natalya,
Khairil Anwar
Kode Jurnal: jpkesmasdd060016