PENGARUH PEMBERIAN AIR PERASAN KUBIS (Brasica Oleraceae var. Capitata L.) TERHADAP DAYA ANALGETIK JAMU PEGAL LINU PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE RANGSANG KIMIA
Abstract: Penelitian tentang
pengaruh sayuran terhadap obat atau jamu yang diminum oleh manusia masih
terbatas, salah satunya adalah kubis. Pengaruh konsumsi kubis dengan obat
tradisional yaitu jamu pegal linu “PL” sebagai obat untuk menghilangkan lelah,
pegal linu, nyeri otot, encok dan penambah tenaga baru belum banyak diketahui
masyarakat. Penelitian lain menyebutkan bahwa kubis mengandung senyawa indol
yang dapat menginduksi enzim biotranformasi sehingga dapat menurunkan daya anti
inflamasi dari diklofenak. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh air perasan
kubis apabila dikonsumsi secara bersamaan dengan jamu pegal linu sebagai
penghilang rasa nyeri. Penelitian menggunakan uji acak lengkap pola searah,
dengan 5 kelompok perlakuan dan masing-masing terdiri dari 8 ekor mencit putih
jantan.
Data yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan jumlah geliat mencit
pada tiap kelompok perlakuan bila dibandingkan dengan kontrol negatif
(p<0.05), kemudian dihitung prosentase adanya analgetiknya. Daya analgetika
jamu pegal linu “PL” 31,8% lebih rendah dibanding asam mefenamat 65,12%.
Praperlakuan air perasan kubis dosis 25ml/kg BB 1 jam sebelum pemberian
suspensi jamu pegal linu mampu menaikkan daya analgetik jamu pegal linu 41,28%
(p<0.05), sedangkan perlakuan air perasan kubis dosis 25 ml/kg BB 1 kali
sehari selama 3 hari sebelum pemberian suspensi jamu pegal linu tidak
mempengaruhi daya analgetik jamu pegal linu “PL” 25,39%.
Penulis: Yetti
Oktavianingtyas, Sunyoto -, Choiril Hana M
Kode Jurnal: jpkesmasdd060008