PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM PENANGANAN PASIEN HARGA DIRI RENDAH KRONIK DENGAN PENDEKATAN MODEL PRECEDE L. GREEN DI RW 06, 07 DAN 10 TANAH BARU BOGOR UTARA
Abstract: Harga diri rendah
kronik adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang
berkepanjangan akibat evaluasi diri negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan
diri. Harga diri rendah kronik yang dibiarkan menyebabkan isolasi sosial,
halusinasi dan bunuh diri. Latihan melawan pikiran negatif cognitive behaviour
therapy (CBT), dukungan sosial melalui family psychoeducation (FPE) dan terapi
suportif diharapkan memperbaiki harga
diri rendah kronik. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menjelaskan hasil asuhan
keperawatan spesialis jiwa pada pasien harga diri rendah kronik yang diberikan
CBT, FPE dan terapi suportif. Metode yang digunakan adalah serial studi kasus
pada 16 pasien yang terdiri dari 11 pasien skizofrenia, 4 pasien retardasi
mental dan 1 pasien epilepsy. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan penurunan
tanda dan gejala harga diri rendah kronik disertai peningkatan kemampuan pasien
lebih tinggi pada kelompok pasien yang mendapatkan CBT, FPE dan terapi suportif
daripada kelompok yang mendapatkan CBT dan FPE maupun yang mendapatkan CBT.
Dukungan sosial di komunitas terutama memberdayakan keluarga dan kader dalam
merawat pasien harga diri rendah kronik disarankan.
Kata kunci: harga diri rendah
kronik, dukungan sosial, Cognitif
Behaviour Therapy, Psychoedukasi Keluarga, Terapi Suportif
Penulis: Desi Pramujiwati,
Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130215