KEEFEKTIFAN RODENTISIDA RACUN KRONIS GENERASI II TERHADAP KEBERHASILAN PENANGKAPAN TIKUS
Abstract: Leptospirosis adalah
penyakit menular zoonosis yang disebabkan bakteri patogen leptospira dengan
reservoar utama dalam penularan adalah tikus. Pengendalian tikus secara kimiawi
selama ini menggunakan rodentisida racun akut yang menyebabkan jera umpan pada
tikus. Disamping itu angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi.
Permasalahan yang timbul adalah begaimana keefektifan rodentisida racun kronis
generasi II terhadap keberhasilan penangkapan tikus di daerah fokus
leptospirosis. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan G.pati,
Kota Semarang, pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu
dengan rancangan penelitian post test only by control group. Pada penelitian
ini digunakan purposive sampling. Jumlah sampelnya adalah 50 rumah. Dari hasil
penelitian ini didapatkan data tikus yang tertangkap dengan rodentisida racun
kronis generasi II sebanyak 35 ekor dan dengan kontrol ikan asin sebanyak 54
ekor. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa penggunaan
rodentisida racun kronis generasi II tidak efektif terhadap keberhasilan
penangkapan tikus (p= 0,986 > α= 0,05).
Keberhasilan penangkapan (Trap Succes)
tikus di daerah ini tergolong tinggi
sebesar 17,8 %. Jumlah tikus tertangkap yang paling banyak adalah jenis Rattus
rattus diardii sebesar 62 % (55 ekor) dan jenis kelamin tikus terbanyak adalah
jantan 57 % (51 ekor).
Penulis: Desi Rini Astuti
Kode Jurnal: jpkesmasdd130131