HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KADAR Immunoglobulin M (IgM) anti Phenolic Glycolipid-1 (PGL-1) NARAKONTAK SERUMAH PENDERITA KUSTA DI KOTA SEMARANG
Abstract: IgM anti PGL-I
merupakan penanda bahwa seorang narakontak serumah terinfeksi atau tidak oleh
kuman Mycobacterium leprae. konsumsi energi dan protein yang rendah secara
bermakna mengganggu sistem imun tubuh sehingga dapat menimbulkan infeksi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi
energi protein dengan kadar IgM anti PGL-I narakontak penderita kusta di Kota
Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan dengan metode survei
melalui pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil adalah narakontak
serumah penderita kusta serumah di kota Semarang. Pengambilan sampel dengan
cara purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 69 narakontak serumah.
Analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik
Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat
konsumsi energi narakontak adalah 60,57 %, rata-rata tingkat konsumsi protein
narakontak adalah 92,59 % dan rata-rata kadar IgM anti PGL-I narakontak 768,67
unit. Ada hubungan negatif bermakna antara tingkat konsumsi energi dan tingkat
konsumsi protein dengan kadar IgM anti PGL-I narakontak penderita kusta di Kota
Semarang (p=0,008, r= -0,317 dan p = 0,02, r= -0,27). Saran yang dapat
diberikan pada narakontak kusta khususnya yang belum terinfeksi adalah
meningkatkan konsumsi energi dan protein agar kekebalan tubuhnya dapat terjaga.
Penulis: M. Zen Rahfiludin,
Apoina Kartini, Distrika Philani
Kode Jurnal: jpkesmasdd050010