HUBUNGAN TINDAKAN HEMODIALISA DENGAN TINGKAT DEPRESI KLIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI BLU RSUP PROF.DR.R.D.KANDOU MANADO

Abstrak: Penyakit Ginjal Kronik terjadi setelah berbagai macam penyakit yang merusak masa nefron ginjal sampai pada titik ketika keduanya tidak mampu untuk menjalankan fungsi regulatorik dan ekstetoriknya untuk mempertahankan homeostatis dan harus menjalani tindakan hemodialisa untuk mempertahankan hidupnya. Adanya dampak dari prosedur pengobatan yang harus dijalaninya merupakan suatu stressor yang dapat terjadinya depresi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuinya hubungan tindakan hemodialisa dengan tingkat depresi klien penyakit ginjal kronik di BLU RSUP Prof.Dr.R.D. Kandou. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional (potong lintang). Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan purposive sampling yaitu sebanyak 60 orang. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuisioner penelitian yang terdiri dari 20 pertanyaan. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuisioner, data yang didapatkan dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dan diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian yang didapat pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p=0,000. Nilai p ini lebih kecil dari nilai α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan tindakan hemodialisa dengan tingkat depresi klien penyakit ginjal kronik di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran peran penting untuk perawat unit hemodialisa yaitu melakukan pendekatan secara biopsikosiosial kepada pasien, serta memberikan masukan postif dalam proses penyembuhan pasien penyakit ginjal kronik di BLU RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.
Kata kunci: penyakit ginjal kronik, hemodialisa, depresi
Penulis: Nabila Lukman, Esrom Kanine, Ferdinan Wowiling
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130319

Artikel Terkait :