HUBUNGAN KADAR PB DALAM DARAH DENGAN PROFIL DARAH PADA PETUGAS OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DI KOTA SEMARANG TIMUR
Abstract: Plumbum merupakan
polutan udara utama di udara perkotaan selain sulphur dioksida (SO2),
partikulat tersuspensi (suspended particulate matter), nitrogen oksida (NOx),
dan karbon monoksida (CO). Dampak paparan Pb terhadap kesehatan adalah
kerusakan ginjal, hipertensi, anemia, kerusakan saraf pusat, perubahan tingkah
laku, gangguan fertilitas, keguguran janin, menurunkan IQ anak serta menghambat
pembentukan Hemoglobin. Tujuan, Mengetahui hubungan tingkat paparan plumbum
dengan profil darah pada petugas operator SPBU di Kota Semarang Timur. Metode,
penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 39 sampel. Variabel
independen penelitian kadar plumbum dalam darah, variabel dependen profil darah
dan variabel pengganggu riwayat sakit, intake energi, protein, vitamin Bl2,
asam folat, vitamin C, riwayat sakit, kebiasaan minum teh., pemakaian obat,
pemakaian APD, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Hasil : retata kadar Pb
darah adalah I 3,35 pg/dl, profil darah mencakup kadar Hb, leukosit, tombosit,
hematokrit, eritrosit, MCV, MCH, MCHC masih dalam batas normal, variabel
plumbum dalam darah berhubungan dengan kadar ltemoglobin dan kad.ar hematokrit
dengan (OR = 1,388; 95 % CI: 1,094-!,761 dan OR= 1,358;95 %CI: 1,095-1,685).
Kesimpulan, kadar plumbum dalam darah di atas normal merupakan faktor risiko
menurunkan kadar hemoglobin dan hematokrit masing-masing 1,388 kali dan 1,58
dibandingkan dengan kadar plumbum dalam darahnya normal. Saran, dalam bekerja
sebaiknya petugas SPBU menggunakan APD (masker) untuk mengurangi paparan
plumbum dari gas buang kendaraan bermotor, dan melakukan pemantauan kesehatan
yang teratur dengan interval tertentu (minimal 1 tahun sekali).
Penulis: Mifbakhuddin
Kode Jurnal: jpkesmasdd070030