HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PERSADIA SALATIGA
Abstract: Motivasi pasien DM
tipe 2 dapat berfluktuasi disebabkan oleh perawatan yang lama dan biaya
yang besar sehingga
dapat menimbulkan masalah
psikologis seperti frustasi,
cemas, dan depresi. Masalah
psikologis ini dapat mempengaruhi motivasi klien untuk melakukan perawatan
diri. Tingkat motivasi klien
yang rendah dapat
mempengaruhi efikasi diri
klien, sehingga manajemen perawatan diri pasien DM tidak
dapat berjalan dengan baik. Manajemen diri yang berjalan kurang baik akan
berdampak pada keberhasilan penatalaksanaan pasien DM.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara
motivasi dengan efikasi diri pasien DM tipe 2 di PERSADIA Salatiga.
Metode: Desain dalam penelitian ini adalah analitik cross sectional
dengan jumlah sampel 110 pasien
DM tipe 2. Analisa data menggunakan Chi square, uji t independen, dan
regresi logistik berganda.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden tidak
ada yang berhubungan dengan efikasi diri kecuali pekerjaan (p value=0,000; α=0,05) dan pendidikan (p value=0,049; α=0,05). Ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan efikasi diri (p value=0,045; α=0,05), ada hubungan antara
depresi dengan efikasi diri (p value 0,022; α: 0,05), dan motivasi berhubungan
dengan efikasi diri (p value 0,000; α: 0,05). Responden yang memiliki motivasi
baik berpeluang 4,315 kali untuk memiliki efikasi diri baik dibanding dengan
responden yang memiliki motivasi kurang baik setelah dikontrol oleh pekerjaan,
pendidikan, dukungan keluarga, dan depresi (OR 95% CI: 0,082-6,874).
Kesimpulan: Diharapkan perawat dapat meningkatkan motivasi dan efikasi
diri pasien DM tipe 2 dengan memberikan pendidikan kesehatan terstruktur dengan
metode swabantu self help group, memfasilitasi pemberian dukungan sosial, dan
memberikan intervensi untuk mencegah munculnya depresi.
Penulis: Henni Kusuma, Wahyu
Hidayati
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130271