ANALISIS PARAMETER SOSIO-DEMOGRAFIK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
ABSTRAK: Penduduk memiliki dua
matra utama yaitu aspek kuantitas dan kualitas dimana kedua aspek ini dapat
dikaji dengan melihat tren,
persebaran, pertumbuhan dan
komposisinya. Sementara proses
demografi seperti fertilitas, mortalitas
dan migrasi merupakan
factor - factor
yang mempengaruhi dinamika
dari aspek kependudukan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk
menganaisis parameter sosio-demografik atau dinamika kependudukan NTB berdasarkan
data Sensus Penduduk (SP) 2010. Penelitian ini sepenuhnya menganalisis data
sekunder dimana data utama bersumber dari rangkaian hasil Sensus Penduduk yang dilaksanakan
oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara analisis data dilakukan dengan
metode deskriptif dengan memanfaatkan tabel statistik dan grafik untuk melihat
tren atau perkembangan dari parameter yang menjadi objek analisis.
Berdasarkan hasil analisis
disimpulkan bahwa a)
Laju pertumbuhan penduduk
(LPP) NTB mengalami penurunan yang cukup tajam dalam 3
dekade terakhir, bahkan mencapai terendah kelima di Indonesia pada dekade
2000-2010, namun sebarannya tidak
merata di mana sebagian besar (70 persen lebih) penduduk terkonsentrasi di
pulau Lombok yang luasnya sekitar seperempat dari luas wilayah NTB. b) Rasio
jenis kelamin penduduk NTB terendah di Indonesia yakni 94,26 dibandingkan
dengan rata-rata nasional yang mencapai 101,37. c) Total Fertility Rate (TFR)
turun dari 7,0 pada tahun 1971 menjadi 2,4 tahun 2010 dan penurunan paling
drastis tercatat pada periode 1990-2000 dimana TFR turun sebesar 61,3 persen
dari 5,0 menjadi 3,1 persen, demikian juga
Angka Kematian Bayi (AKB) menurun tajam dari 221 per 1000 kelahiran hidup
pada tahun 1971 menjadi 48 pada tahun 2010, d) kualitas penduduk NTB yang
dicerminkan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tergolong rendah yaitu berada
pada peringkat kedua terbawah setelah provinsi Papua. Selain itu terjadi
kesenjangan IPM antar kabupaten/kota dimana kota Mataram dan kota Bima memiliki
IPM jauh di atas rata-rata provinsi sementara kabupaten lain IPM-nya jauh di
bawah rata-rata provinsi.
Penulis: JALALUDIN, ANWAR AHRI
F
Kode Jurnal: jpmanajemendd130766
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<