Troponin I untuk memprediksi kejadian Kardiovaskular mayor Pasca bedah pintas arteri koroner
Latar Belakang: Bedah jantung
berdampak pada mortalitas dan mortalitas pasca operasi. Pengenalan dini pasien
pasca operasi yang akan memiliki morbiditas dan mortalitas harus dilakukan
terutama pada pasien yang sebelumnya hanya memiliki faktor risiko operasi yang
rendah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa troponin I dapat digunakan
untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko timbulnya kejadian kardiovaskular
mayor (KKM) pasca BPAK, namun nilai acuannya di tiap pusat pelayanan bedah
jantung berbeda-beda. Peningkatan troponin I merefleksikan derajat kerusakan
miokard akibat pembedahan dan berhubungan dengan morbiditas serta mortalitas
pasca bedah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah troponin I pada
8 jam pasca BPAK elektif dapat digunakan untuk memprediksi KKM dalam 30 hari
pasca BPAK dan untuk mencari berapa nilai potong troponin I pada 8 jam pasca
BPAK elektif yang merupakan prediktor KKM 30 hari pasca BPAK di Departemen
Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI/PJNHK.
Metodologi. Penelitian dilakukan secara kohort retrospektif yang
melibatkan 284 pasien pasca BPAK elektif yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi, bertempat di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI/PJNHK
periode Oktober 2008 sampai Juni 2009. Data penelitian diambil dari catatan
medis. Dalam 30 hari pasca BPAK tersebut dilihat apakah timbul KKM pada subyek
penelitian. Yang termasuk dalam KKM pada penelitian ini adalah gagal jantung
akut, sindrom curah jantung rendah, dan kematian. Pengukuran kadar troponin I
dilakukan pada jam ke-8 pasca BPAK dan untuk mencari nilai potong troponin I
yang menyebabkan KKM digunakan kurva ROC,dengan satuan troponin I dalam ng/ml.
Hasil Penelitan. Dari 284 subyek penelitian yang menjalani BPAK, 16,7%
subyek mengalami KKM dalam 30 hari pasca BPAK. Dari hasil analisis bivariat
didapatkan bahwa riwayat gagal jantung sebelum operasi, fraksi ejeksi ventrikel
kiri sebelum operasi yang kurang dari 50% dan troponin I pada 8 jam pasca BPAK
secara bermakna memprediksi KKM 30 hari. Dari kurva ROC didapatkan bahwa nilai
potong troponin I yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik
(70,6% dan 68,2%) adalah pada kadar 5 ng/ml. Hasil analisis multivariat
menunjukkan riwayat gagal jantung sebelum operasi dan kadar troponin I ≥5 ng/ml
akan meningkatkan risiko KKM 30 hari pasca BPAK dengan OR masing-masing 3 dan
6,88.
Simpulan. Troponin I pada 8 jam pasca BPAK elektif dapat digunakan untuk
memprediksi KKM 30 hari. Kadar troponin I yang lebih dari atau sama dengan 5
ng/ml merupakan preditor independen KKM pada 30 hari pasca BPAK dengan
sensitivitas 70%
Penulis: Siti Elkana Nauli,
Ganesja M.Harimurti, Nani Hersoenarti
Kode Jurnal: jpkedokterandd100072