Teknologi Informasi Dalam Organisasi Belajar
Sari: Organisasi Belajar
merupakan sebuah upaya meningkatkan kapasitas individu dalam organisasi untuk
peningkatan kapasitas organisasi itu sendiri. Setiap individu dalam organisasi
harus menjadi manusia pembelajar, manusia yang belajar untuk belajar (learning
to learn) atau belajar bagaimana belajar (learning how to learn). Dalam artikel
ini, frasa organisasi belajar merujuk pada beberapa dimensi kelembagaan.
Pertama, lembaga pendidikan nonformal-informal; kedua, lembaga pendidikan
formal-persekolahan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi; dan
ketiga, lembaga pendidikan dan pelatihan. Ada 3 (tiga) subsistem
teknologiterkait dengan organisasi belajar,yaitu: information technology,
technology-based learning,dan electronic performance support system (EPSS).
Information Technology (teknologi informasi) diartikan sebagai teknologi
berbasis komputer yang digunakan untuk pengumpulan, pengkodean, pemrosesan,
penyimpanan, transfer, dan penggunaan data diantara mesin, orang, dan
organisasi. Sedangkan technology-based learning (pembelajaran berbasis
teknologi) menunjuk kepada video, audio, dan pelatihan multimedia berbasis
komputer untuk pengiriman dan tukar informasi, pengetahuan, dan keterampilan.
Dan electronic performance support system (sistem dukungan kinerja elektronik)
diartikan sebagai penggunaan database (teks, visual, atau audio) dan basis pengetahuan
untuk memperoleh, menyimpan dan mendistribusikan informasi melalui
organisasi.Perkembangan teknologi informasi yang massif dan cepat memungkinkan
organisasi mengubah cara pandang dan cara kerja dalam meningkatkan kapasitas
individunya. Dengan teknologi informasi, keterbatasan dalam pelaksanaan
pendidikan dapat di atasi, baik melalui web based distance learning,
perpustakaan digital, system administrasi pendidikan, dan lain-lain.
Penulis: Faiz Rafdhi Ch
Kode Jurnal: jptkomputerdd110018