STRATEGI KOPING DAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI DI RUANG RINDU B2A RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
Abstract: Nyeri merupakan
keluhan yang paling sering diungkapkan pasien dengan tindakan pembedahan atau
operasi. Jika nyeri tidak dikontrol dapat menyebabkan proses rehabilitasi
pasien tertunda dan hospitalisasi menjadi lama. Ketika pasien merasakan nyeri,
perawat bertanggungjawab untuk melakukan manajemen nyeri yang tepat. Manajemen
nyeri yang tepat mencakup penanganan secara farmakologis dan nonfarmakologis.
Salah satu pendekatan nonfarmakologis adalah dengan mengoptimalkan penggunaan
koping yang dimiliki pasien. Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk
mengidentifikasi hubungan strategi koping dengan intensitas nyeri pada pasien
post operasi. Populasi penelitian adalah semua pasien post operasi abdomen yang
sedang menjalani rawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan pada periode 31 Maret
sampai 02 Juni 2012. Purposive Sampling digunakan dan didapat 54 pasien pasca
bedah abdomen. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dipandu kuisioner
strategi koping dan skala intensitas nyeri Bourbanis. Uji Chi-Square membuktikan
adanya hubungan yang signifikan antara strategi koping dengan intensitas nyeri
pasien post operasi dengan nilai signifikansi (p) = 0,018 (<0,05). Saran
untuk praktik keperawatan adalah perlu adanya intervensi keperawatan khusus
untuk mengoptimalkan penggunaan strategi koping pasien sehingga intensitas
nyeri yang dirasakan pasien dapat berkurang.
Penulis: nur hafizah
Kode Jurnal: jpkeperawatandd120126