Sklerosis Sistemik Difus

Abstrak: Sklerosis sistemik (skleroderma) adalah penyakit jaringan ikat yang tidak diketahui penyebabnya yang ditandai oleh fibrosis kulit dan organ visceral serta kelainan mikrovaskular. Prevalensi pasien ini relatif rendah dengan 50-300 kasus setiap 1 juta penduduk dan insidensi 2,3-22,8 kasus setiap 1 juta penduduk per tahun, serta resiko pada wanita lebih tinggi dibanding pria dengan rasio 3-4:1. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinik  dan  pemeriksaan  penunjang.  Penatalaksanaan  pada  pasien  hanya  mengurangi  atau  menghilangkan keluhan dan memperbaiki fungsi organ tetapi tidak dapat menyembuhkan pasien. Angka harapan hidup rata-rata pada  pasien  sklerosis  sistemik  difus  70%  dalam  5  tahun  dan  55%  dalam  10  tahun.  Dilaporkan  sebuah  kasus sklerosis  sitemik  difus  pada  seorang  wanita,  usia  34  tahun.  Diagnosa  ditegakkan  berdasarkan    kriteria  ARA (penebalan,  penegangan  dan  pengerasan  kulit  di  seluruh  ekstemitas,  muka,  leher,  dan  batang  tubuh  atau punggung  serta  hilangnya  substansi  jari),  anti  Scl-70,  photo  manus,  biopsi  kulit  paha,  gastroduodenoskopi  dan ekokardiografi.  Selanjutnya  pasien  dilakukan  penatalaksanaan  dengan  vasodilator,  imunosupresif,  antifibrotik, dan penghambat pompa proton.
Kata kunci: Sklerosis sistemik difus, manifestasi klinik
Penulis: Wachyoe Hadi Saputra dan Maimun Syukri
Kode Jurnal: jpkedokterandd100022

Artikel Terkait :