RESPON IMUN TERHADAP VAKSIN INFLUENZA PADA REMAJA
ABSTRACT: Influenza merupakan
penyakit yang mudah menular dengan mortalitas dan morbiditas tinggi serta
sering menimbulkan kejadian luar biasa,
epidemi, dan pandemi. Pada anak
sekolah, influenza
menyebabkan tingginya angka absensi dan
remaja merupakan sumber penularan
terbesar . Penelitian dilakukan
untuk menilai respons imun terhadap
vaksin influenza pada kelompok remaja 12–18 tahunpada bulan
Juni–September 2008, di Puskesmas Garuda Bandung. Desain dilakukan dengan intervensional, longitudinal, acak sederhana, dan tersamar
tunggal. Vaksin influenza yang mengandung 3 jenis virus A/H1N1, A/H3N2 dan B,
disuntikkan intramuskular. Pengambilan darah dilakukan pra dan pasca vaksinasi.
Pemeriksaan kadar antibodi dilakukan dengan metode hemaglutinasi inhibisi (HI).
Respons imun dinilai berdasarkan nilai serokonversi, dan peningkatan geometric
mean titer (GMT). Subjek dibagi 2 kelompok, 69 (52,7%) remaja pertengahan
(12–15 tahun) dan 62 (47,3%)
remaja akhir (16–18 tahun). Semua
subjek telah mempunyai kadar
antibodi protektif HI>1:40 pascavaksinasi. Nilai serokonversi kedua kelompok
berbeda bermakna pada pra (p=0,02) dan
pascavaksinasi (p=0,02). Serokonversi
terhadap virus A/H3N2 antara remaja pertengahan dan akhir berbeda
bermakna pada pravaksinasi (p=0,02). Pada pra dan pascavaksinasi terdapat peningkatan GMT bermakna terhadap ketiga jenis virus
influenza (Zw 9,73; 9,19; 9,59
dan p=0,00). Simpulan, vaksinasi influenza pada remaja menghasilkan kadar
protektif. Respons imun remaja pertengahan dan akhir tidak berbeda, namun remaja pertengahan tampak
lebih responsif.
Penulis: Meita Dhamayanti,
Kusnandi Rusmil, Ponpon Idjradinata
Kode Jurnal: jpkedokterandd120148