Prediktor mortalitas pada pasien dengan stenosis aorta berat yang menjalani percutaneus aortic balloon valvuloplasty
Latar belakang: Percutaneus
aortic balloon valvuloplasty sebagai salah satu terapi untuk stenosis aorta
berhubungan dengan angka mortalitas yang tinggi setelah intervensi tersebut.
Tujuan: Menemukan prediktor mortalitas pada pasien yang menjalani
percutaneus balloon aortic valvuloplasty.
Metodologi: Pencarian dilakukan pada Pubmed dan Proquest. Setelah
menyaring judul dan abstrak dengan kriteria inkulsi dan eksklusi, didapatkan
lima artikel utuh. Tiga artikel di antaranya dianggap penting oleh penulis.
Hasil: Masing-masing artikel menunjukkan prediktor yang berbeda, walau
ketiganya menyimpulkan bahwa angka mortalitas yang tinggi pada pasien yang
menjalani percutaneus balloon aortic valvuloplasty. Prediktor pada artikel
pertama adalah status fungsional dasar, fungsi ginjal, jenis kelamin laki-laki,
derajat regurgitasi mitral, curah jantung dasar, cachexia, dan fungsi sistolik ventrikel
kiri. Pada artikel kedua, prediktor mortalitas hanya usia lanjut. Prediktor
yang ditemukan pada artikel ketiga adalah fraksi ejeksi ventrikel kiri, tekanan
sistolik arteri pulmonalis, resistensi vaskular paru, dan tekanan
akhir-diastolik ventrikel kanan.
Kesimpulan:Terdapat angka mortalitas yang tinggi pada pasien yang
menjalani percutaneus balloon aortic valvuloplasty, dengan prediktor mortalitas
status fungsional dasar, fungsi ginjal, jenis kelamin perempuan, derajat
regurgitasi mitral, curah jantung dasar, cachexia, fungsi sistolik ventrikel
kiri, dan usia lanjut.
Penulis: Fernando D, Amelia F,
Barus NRV, Kurniawan A, Tanoto R, Yuniadi Y.
Kode Jurnal: jpkedokterandd100075