PERSEPSI ORANG TUA TENTANG KEKERASAN VERBAL PADA ANAK

Abstrak: Kekerasan  verbal  menimbulkan  dampak  yang  tidak  kalah  buruknya  dengan  kekerasan fisik.  Orang  tua  menyebutkan  bahwa  kekerasan  pada  anak  hanya  kekerasan  berbentuk fisik  saja  seperti  memukul,  menjewer  dan  melempar  dengan  benda.  Kenyataannya, kekerasan  fisik  hampir  selalu  disertai  dengan  kekerasan  verbal  seperti  membentak, meneriaki  dan  mengabaikan  anak.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui persepsi  orang  tua  tentang  kekerasan  verbal  yang  dilakukan  pada  anak.  Penelitian  ini menggunakan  metode  kualitatif  dengan  pendekatan  fenomenologis.  Populasi  pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 3 sampai 6 tahun yang berlokasi di  Kelurahan  Kebondalem  Kendal.  Penentuan  sampel  dilakukan  secara  purposif. Partisipan berjumlah 4 orang dengan pendidikan yang dimiliki minimal sarjana dan jumlah anak  tidak  lebih  dari  2  orang.  Teknik  pengambilan  data  menggunakan  wawancara mendalam.  Penelitian  ini  menghasilkan  4  tema  yang  terbentuk  dari  6  sub  tema,  14  kategori,  66  core  kategori  dan  221  kata  kunci.  Dua  dari  empat  partisipan  mengatakan kekerasan  verbal  adalah  kata-kata  yang  tidak  selayaknya  diucapkan.  Semua  partisipan mengerti  bahwa  tindakan  secara  verbal  dapat  menjadi  perilaku  kekerasan.  Orang  tua masih  melakukan  kekerasan  verbal  pada  anak  meskipun  mereka  mengerti  tentang kekerasan  verbal.  Orang  tua  berpendapat  bahwa  dampak  dari  kekerasan  verbal  tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan kekerasan fisik.
Kata kunci: Persepsi, Kekerasan verbal, Anak
Penulis: Annora Mentari Putri, Agus Santoso
Kode Jurnal: jpkeperawatandd120131

Artikel Terkait :