PERBEDAAN TINGKAT KEPATUHAN DIET SEBELUM DAN SETELAH AFIRMASI POSITIF PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG CEMPAKA I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KUDUS
ABSTRACT: Meningkatnya
prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia, diduga ada hubungannya dengan cara
hidup (pola makan) seiring dengan kemakmuran yang meningkat. Untuk mencegah
komplikasi perlu penatalaksanaan diet yang baik. Afirmasi merupakan penguatan
dalam diri sendiri melalui kalimat positif pendek yang mencakup suatu hal yang
kita inginkan atau hal-hal lain yang ingin kita rubah dalam hidup kita. Dengan
afirmasi dapat mempengaruhi seseorang untuk patuh terhadap diet DM yang sedang
dijalani.
Tujuan Penelitan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan
tingkat kepatuhan diet sebelum dan setelah afirmasi positif pada pasien
Diabetes Mellitus di Ruang Cempaka I Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kudus
Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini adalah pra experiment
dengan desain one-group pre-post test design yang mempunyai tujuan
mengungkapkan hubungan sebab akibat tanpa melibatkan kelompok kontrol dengan
populasi penderita DM di Ruang Cempaka I Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Kudus pada bulan Juni – Agustus 2012
yang berjumlah 108 pasien dan besar sampel 52 responden. Adapun pengambilan
sampel dengan tehnik accidental sampling.
Hasil Penelitian: Hasil analisis uji wilcoxon signed rank test didapatkan
bahwa p value = 0,003 (p value < a) maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha
diterima yang berarti ada perbedaan tingkat kepatuhan diet sebelum dan setelah
afirmasi positif pada pasien Diabetes Mellitus di Ruang Cempaka I Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Kudus.
Simpulan: Ada perbedaan tingkat kepatuhan diet sebelum dan setelah
afirmasi positif pada pasien Diabetes Mellitus di Ruang Cempaka I Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Kudus. Dengan penelitian ini diharapak ada kelanjutannya
dengan desain dan metode yang lebih baik
Penulis: Solichah, Anny
Rosiana, henny Siswanti
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130138