PERBEDAAN RESPON SOSIAL PENDERITA HIV-AIDS YANG MENDAPAT DUKUNGAN KELUARGA DAN TIDAK MENDAPAT DUKUNGAN KELUARGA DIBALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) SEMARANG
Abstract: Acquired Immune
Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan
oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV ditemukan dalam cairan tubuh
terutama pada darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Virus
tersebut merusak kekebalan tubuh manusia dan mengakibatkan turunnya atau hilangnya
daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi. Tujuan penelitian
untuk mengetahui perbedaan respon sosial yang mendapat dukungan keluarga dan
tidak mendapat dukungan keluarga di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM)
Semarang. Jenis penelitian yang dipakai observasi analitik dengan pendekatan
cross sectional, dengan tujuan prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah
ODHA di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Semarang dan sampel penelitian ini
berjumlah 39 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah dukungan keluarga
sedangkan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah respon sosial. Analisa
data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil
penelitian menunjukkan sebagian besar berusia dewasa awal antara 18 – 40 tahun
sebanyak 29 orang (74,4%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan
tingkat pendidikan SMA sebanyak 21orang (53,8%) sedangkan untuk pekarjaan
sebanyak 25 orang (64,1%) bekerja di swasta. Sebanyak 22 orang (56,4%) respon
sosialnya mal adaptif sisanya sebanyak 17 orang (43,6%), sedangkan untuk
dukungan keluarga sebagian besar mendukung sebanyak 22 orang (59,0%) sedangkan
sisanya tidak mendukung sebanyak 17 orang (41,0%), hasil nilai didapat gambaran
nilai p-value 0,267 (p value > 0,05) jadi kesimpulannya tidak ada perbedaan
respon sosial penderita HIV-AIDS yang mendapat dukungan dan tidak mendapat
dukungan keluarga. Berdasarkan hasil tersebut perlu optimalisasi untuk
meningkatkan respon sosial di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan
preventif di dalam program Balai Kesehatan Paru masyarakat.
Penulis: Sandy Marubenny, Siti
Aisah, Mifbakhuddin
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130174