PERBEDAAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK ANTARA REMAJA OBESITAS DENGAN NON OBESITAS
Abstrak: Obesitas pada remaja
merupakan akumulasi lemak pada tubuh yang terjadi secara bertahap. Obesitas terjadi
karena interaksi yang sangat kompleks antara parental fatness, pola makan, dan
gaya hidup. Prevalensi obesitas pada remaja di Indonesia terus meningkat dari
tahun ke tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
perbedaan pola makan dan aktivitas fisik antara remaja obesitas dan non
obesitas. Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan desain
penelitian cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 40 orang dengan usia
15-17 tahun di SMAK Santa Agnes Surabaya secara simple random sampling, yang
terdiri atas 20 orang obesitas dan 20 orang non obesitas. Data dianalisis
dengan uji Mann Whitney untuk tingkat
pengetahuan gizi remaja, pengeluaran jajan remaja, frekuensi makan, pola
konsumsi makanan cepat saji, pola konsumsi kudapan, tingkat konsumsi
energi, karbohidrat, protein, dan lemak,
tingkat aktivitas fisik, serta parental fatness. Hasil penelitian menunjukkan
ada perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan gizi remaja, pengeluaran
jajan remaja, frekuensi makan, pola konsumsi makanan cepat saji, pola konsumsi
kudapan atau makanan ringan, serta tingkat konsumsi energi, karbohidrat,
protein, dan lemak, antara kelompok obesitas dan kelompok non obesitas.
Demikian juga untuk tingkat aktivitas fisik dan parental fatness, terdapat perbedaan
antara remaja pada kelompok obesitas dengan non obesitas. Adanya perbedaan
parental fatness, pola makan dan aktivitas remaja antara kelompok obesitas
dengan non obesitas. Oleh karena itu, disarankan pemberian informasi dan
pendidikan tentang pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang cukup untuk
mencegah terjadinya obesitas.
Penulis: Kartika Suryaputra,
Siti Rahayu Nadhiroh
Kode Jurnal: jpkedokterandd120136