PERBEDAAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA POSISI MENGEJAN ANTARA TELENTANG DAN KOMBINASI
ABSTRAK: Posisi persalinan
sangat menentukan kelancaran proses persalinan. Posisi mengejan yang tidak
nyaman bagi pasien dapat mengakibatkan sakit punggung sehingga mengganggu ibu
saat mengejan. Posisi telentang merupakan posisi yang paling disukai oleh penolong
tetapi posisi ini tidak nyaman bagi pasien. Kejadian ruptur perineum merupakan
salah satu efek dari posisi yang digunakan saat mengejan. Tujuan penelitian
untuk menganalisis perbedaan kejadian ruptur perineum pada posisi mengejan
antara telentang dan kombinasi(miring dan semi-duduk).
Penelitian ini menggunakan analitik komparatif kategorik tidak
berpasangan dengan pendekatan prospektif. Populasi terjangkau adalah semua ibu
bersalin yang melahirkan di RB Fatimah dan BPS Kasmanita yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Jumlah responden 40. Data yang terkumpul di uji
normalitas data. Membandingkan dua rerata dengan uji Chi-Kuadrat
Hasil penelitian pada perbandingan antara kejadian ruptur perineum pada
posisi mengejan telentang lebih rendah dengan kejadian ruptur perineum derajat
dua 12 orang (60%), derajat satu 4 orang (20%) yang utuh 4 orang (20%). Untuk posisi kombinasi kejadian ruptur
derajat dua 13 orang (65%), derajat satu 4 orang (20%) yang utuh 3 orang (15%)
dengan nilai p= 0,913 yang tidak bermakna.
Simpulan pada penelitian ini adalah kejadian ruptur perineum pada fase
pengeluaran kepala janin, posisi mengejan telentang tidak ada perbedaan dengan
posisi kombinasi. Untuk kejadian ruptur pada posisi kombinasi masih memerlukan
penelitian lebih lanjut karena penolong melakukan intervensi pada perineum
pasien. Posisi mengejan berpengaruh terhadap proses persalinan, dimana proses
persalinan yang berlangsung cepat ataupun lambat pada fase pengeluaran kepala
janin bisa mempengaruhi kejadian ruptur perineum, sehingga posisi mengejan
secara tidak langsung dapat mempengaruhi kejadian ruptur perineum.
Penulis: Nor Asiyah
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130150