PERBEDAAN KADAR KALSIUM FEMUR TIKUS SETELAH PAPARAN AKUT DAN SUBKRONIK DEBU BATUBARA

ABSTRAK:  Debu  batubara  merupakan  produk  samping  pengolahan  batubara  sekaligus polutan  di  area  pertambangan  dan  transportasi  batubara.  Partikel  tersebut  mengandung berbagai  macam  mineral  yang  dapat  memicu  proses  substitusi  atau  inkorporasi  mineral tulang  dalam  kristal  hidroksiapatit,  salah  satunya  mineral  kalsium.  Penelitian  bertujuan untuk  mengetahui  perbedaan  kadar  Ca2+  femur  tikus  wistar  jantan  akibat  paparan  debu batubara  yang  diberikan  pada  wakru  berbeda.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian observasional analitik  menggunakan sampel tulang tikus wistar jantan yang diambil  dari Bank  Jaringan  PEROSI  Banjarmasin.  Subjek  penelitian  dibagi  dalam  tujuh  kelompok yaitu, kontrol, BB1 =  dosis batubara 6,25 mg/m3, BB2  = dosis batubara 12,5 mg/m3,  dan BB3  =  dosis  batubara  25  mg/m3,  yang  masing-masing  diberi  paparan  akut  (14  hari)  dan paparan  subkronik  (28  hari).  Berdasarkan  hasil  uji  Kruskal-Wallis,  disimpulkan  bahwa tidak  terdapat  perbedaan  bermakna  apabila  didapatkan  nilai  p<0,05.  Hasil  penelitian menunjukkan  perbedaan  kadar  kalsium  tulang  femur  tikus  wistar  jantan  yang  tidak bermakna  setelah  paparan  akut  (p=0,739)  dan  subkronik  (p=  0,123).  Tidak  terdapat perbedaan bermakna dari kadar kalsium femur tikus setelah paparan debu batubara.
Kata-kata kunci: Kadar kalsium, debu batubara, tikus wistar, akut, subkronik
Penulis: Karina Solikha Nurmalita, Zairin Noor Helmi, Bambang Setiawan
Kode Jurnal: jpkedokterandd130059

Artikel Terkait :