Perbandingan Penanganan Clubfoot Metode Kite-Lovell dengan Ponseti
Abstract: Clubfoot banyak
terjadi pada bayi baru lahir dan akan menghambat anak untuk berjalan. Bila
kelainan ini tidak ditangani dengan benar, akan menetap sampai dewasa dan
mempengaruhi kualitas hidupnya. Umumnya penatalaksanaan inisial clubfoot
menggunakan cara konservatif, walaupun pemilihan metode manipulasi masih
menjadi kontroversi. Penanganan clubfoot di RS Hasan Sadikin Bandung (RSHS)
menggunakan metode Kite-Lovell dan Ponseti, yang berbeda dalam teknik
manipulasinya. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa penatalaksanaan clubfoot
dengan metode Ponseti lebih baik dibandingkan Kite-Lovell. Penelitian ini
membandingkan hasil penanganan clubfoot menggunakan kedua metode tahun
2001-2005. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan data yang
diambil dari rekam medis pasien clubfoot di RSHS, terdiri dari karakteristik
pasien, metode, serta kemajuan pasien tersebut, diukur menggunakan skoring
Dimeglio. Jumlah pasien ada 64 anak, atau 103 kaki karena tidak semua anak
memiliki kelainan bilateral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien
laki-laki lebih dominan yaitu 36 anak (56%). Bila digolongkan menurut usia saat
pertama kali berobat, persentase terbanyak ialah pada kelompok usia paling
dini, yaitu 0-3 bulan (34 anak). Sebanyak 71 kaki (69%) ditangani dengan metode
Kite-Lovell sedangkan sisanya dengan metode Ponseti. Dengan skoring Dimeglio,
tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada hasil penanganan antara kedua
metode, tetapi angka keberhasilan akan lebih tinggi bila penanganan dilakukan
pada usia lebih dini.
Penulis: Andri Primadhi, Yoyos
D. Ismiarto
Kode Jurnal: jpkedokterandd090121