Perbandingan Denyut Jantung Antara Mahasiswa Perokok dan Bukan Perokok Dengan Menggunakan Uji Latih Jantung
Abstrak: Merokok membahayakan
bagi organ tubuh termasuk organ pernafasan, menimbulkan banyak penyakit dan
mempengaruhi kesehatan perokok. Merokok meningkatkan risiko kematian karena
penyakit kronis hingga 10 kali lipat.
Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan denyut jantung
antara mahasiswa perokok dan bukan perokok FK USU saat sebelum dan sesudah uji
latih jantung.
Jenis penelitian adalah analitik numerik berpasangan. Sampel diambil
secara simple random sampling. Setelah didapatkan jumlah responden yang
termasuk dalam kriteria inklusi yaitu sebanyak 13 mahasiswa perokok dan 13 mahasiswa
bukan perokok, maka responden diminta melakukan treadmill test dengan metode
protokol Bruce. Analisis data menggunakan uji statistik “t-dependent” test.
Perbandingan denyut jantung antara perokok dan bukan perokok pada saat
sebelum uji latih jantung meiliki hasil signifikansi 0,071 dan t-test = -1,891
yg berarti hipotesa ditolak. Begitu juga pada stage 1 yang signifikansinya
0,246 dan nilai t= 1,190, dan juga pada saat setelah recovery yang
signifikansinya 0,150 dan nilai t= 1,488. Keduanya hipotesa ditolak yang
berarti tidak terdapat perbedaan antara denyut jantung perokok dan bukan
perokok. Berbeda pada saat uji latih
jantung stage 2 memiliki hasil signifikansi 0,032 dan nilai t-test = 2,284, dan
pada saat uji latih jantung stage 3 signifikansinya 0,044 dan nilai t=1,941
yang berarti hipotesa diterima atau ada perbedaan antara denyut jantung perokok
dan bukan perokok.
Kesimpulan: terdapat perbedaan denyut jantung antara mahasiswa perokok
dan bukan perokok angkatan 2009 di FK USU hanya pada stage 2 dan stage 3.
Penulis: Chairunisa Oktavira
Kode Jurnal: jpkedokterandd130087