Pengaruh Pelatihan pada Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Teknis Penyuluhan Obesitas dan Hipertensi Kader Posbindu Kota Depok
Abstrak: Kemampuan kader
dalam menilai status
gizi lansia berdasarkan
tinggi badan prediksi
dan melakukan upaya
promosi gizi dirasakan masih kurang. Oleh karena itu, telah dikembangkan
alat IMT Meter untuk memprediksi status gizi lansia. Interpretasi hasil
pengukuran berupa status
gizi baik gizi
kurang, normal, gizi
lebih, maupun obesitas
perlu ditindaklanjuti dengan upaya preventif bagi lansia. Salah satu
masalah gizi yang banyak ditemukan pada lansia adalah obesitas dan
hipertensi. Oleh karena
itu, perlu dilakukan
pelatihan penyuluhan obesitas
dan hipertensi bagi
kader posbindu dan petugas
puskesmas. Tujuan studi
adalah untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan
kader posbindu dalam melakukan penyuluhan obesitas dan hipertensi lansia
terkait hasil PSG lansia dengan alat IMT Meter. Kegiatan dilanjutkan
dengan distribusi materi
penyuluhan pada 21
posbindu dan dimonitor
selama 2 bulan
agar terpantau dengan baik.
Desain quasi experimental
digunakan dalam studi
pada 59 kader
posbindu dari 21
posbindu yang tersebar di
Kota Depok. Hasil
studi menunjukan bahwa
hampir seluruh responden
tahu fungsi alat
IMT Meter untuk mengukur prediksi
tinggi badan lansia dengan keterbatasan fisik. Mayoritas responden berusia
antara 40-49 tahun (42,2%), tamat SMA/SMK (46,7%) dengan lama kerja atara 1-5
tahun (40%). Hampir seluruhnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga (71,1).
Terjadi peningkatan pengetahuan hampir mencapai 15 poin dengan nilai rerata
awal 64 dan rerata akhir 79. Skor
sebelum pelatihan berbeda secara signifikan dengan skor pasca
pelatihan (p=0,000). Pelatihan gizi dan kesehatan yang
diikuti sebelumnya oleh
responden mempengaruhi selisih
skor akhir (p=0,002).
Naiknya tingkat pengetahuan ini
didukung pula oleh peningkatan kemampuan responden dalam melakukan teknik
penyuluhan obesitas dan hipertensi lansia
sebesar 90% selama
dua kali pengamatan
lapangan pasca pelatihan.
Hampir seluruh kader
telah mampu menyuluh dengan baik dalam penyampaian isi sesuai media
secara sistematis dan menarik. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan
keterampilan kader posbindu
dapat ditingkatkan melalui
pelatihan yang dilanjutkan
dengan monitoring lapangan observasi keterampilan kader.
Penulis: Fatmah
Kode Jurnal: jpkedokterandd130111