Peluang Kematian Penderita Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immune Deficiency Syndrome berdasarkan Gabungan Derajat Anemia, Indeks Massa Tubuh, dan Jumlah Cluster Differentiation 4

Abstract: Prevalensi anemia pada infeksi human immunodeficiency virus (HIV) cukup tinggi, berkisar antara 1,3% sampai 95% bergantung pada stadium penyakitnya. Anemia, cluster differentiation 4 (CD4), dan viral load (VL) merupakan faktor risiko independen untuk kematian. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan faktor risiko yang penting untuk anemia dan progresivitas penyakit. Dilakukan penelitian kohor untuk mengevaluasi respons pengobatan selama follow-up 6 bulan dengan endpoint kematian, serta menghitung peluang kematian penderita acquired immunodeficiency syndrome (HIV-AIDS) berdasarkan gabungan derajat anemia, IMT, dan jumlah CD4. Subjek penelitian adalah penderita HIV-AIDS di klinik Teratai Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, periode Januari−Juni 2008, studi kohor dilakukan pada periode Juli−Desember 2008. Tercatat 534 penderita HIVAIDS yang masuk dalam data di klinik Teratai RSHS, sampai akhir penelitian terdapat 458 penderita yang masih aktif berobat, 38 penderita drop-out, 8 penderita pindah ke tempat lain, dan 28 penderita meninggal. Prevalensi anemia kelompok yang sama pada penelitian sebelumnya yaitu 41,6%. Dalam follow-up selama 6 bulan terdapat 26 kematian pada kelompok anemia dan hanya 2 kematian pada kelompok nonanemia. Gabungan antara derajat anemia sedang-berat, dengan CD4 ≤50/mm3, dan IMT <18,5 menunjukkan peluang kematian terbesar, dalam penelitian ini sebesar 80%. Simpulan, faktor risiko yang penting untuk kematian pada penderita HIV-AIDS yaitu jumlah CD4, derajat anemia, dan IMT.
Kata kunci: Anemia, CD4, indeks massa tubuh
Penulis: Rachmat Sumantri, Iman Supandiman, Ponpon Indjradinata, Andre van der Ven, Reinout van Crevel
Kode Jurnal: jpkedokterandd120116

Artikel Terkait :