Optimalisasi Biaya Bahan Bakar Untuk Penjadwalan Unit-Unit Pada Pembangkit Thermal Sistem Minahasa Dengan Metode Iterasi Lamda

Abstract: Pada sistem Minahasa, total kapasitas terpasang yang paling besar adalah pembangkit thermal yaitu : 181,52 MW,yang terdiri dari PLTP Lahendong, PLTD Bitung, PLTD Lopana, dan PLTD Sewa. Sehingga, biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar pembangkit thermal, khususnya PLTD menjadi lebih mahal.
Untuk mengurangi biaya bahan bakar maka penjadwalan optimal unit pembangkit thermal pada sistem Minahasa perlu dilakukan. Permasalahan yang menyangkut penjadwalan terdiri dari 2 masalah yang saling berhubungan yaitu : 1. Unit Commitment, yaitu penentuan kombinasi unit-unit pembangkit yang bekerja dan tidak perlu bekerja pada satu periode untuk memenuhi kebutuhan beban sistem pada periode tersebut. 2. Economic Dispatch adalah pembagian pembebanan pada setiap unit pembangkit sehingga diperoleh kombinasi unit pembangkit yang dapat memenuhi kebutuhan beban dengan biaya yang optimum.
Pembagian beban untuk masing-masing unit pembangkit thermal dapat diperoleh dengan menggunakan metode iterasi lamda. Pembagian beban dengan menggunakan iterasi lamda memberikan hasil yang lebih optimal dibandingan dengan total biaya yang dikeluarkan oleh PT.PLN (Perseo) Wilayah Sulutenggo. Total biaya yang dihasilkan dari metode iterasi lamda adalah Rp. 369.533.914,578 sedangkan total biaya bahan bakar yang dikeluarkan oleh PT.PLN (Perseo) Wilayah Sulutenggo adalah Rp. 438.958.267,8.
Kata  kunci:  Optimalisasi  biaya  bahan  bakar  unit  pembangkit thermal, Economic dispatch, iterasi lamda
Penulis: Sartika V. Angdrie
Kode Jurnal: jptkomputerdd120071

Artikel Terkait :