Koordinasi Setting Relai Jarak Pada Transmisi 150 kV PLTU 2 SULUT 2 x 25 MW

Abstract: Saat ini daerah Sulawesi Utara berkembang dengan cepat. Perkembangan ini harus diiringi dengan penambahan daya listrik yang ada pada sistem Minahasa. Oleh karena itu dibangun beberapa pusat pembangkit tenaga listrik salah satunya adalah PLTU 2 SULUT dengan kapasitas 2 x 25 MW.
Agar supplai daya dari PLTU 2 SULUT tetap stabil, maka salah satu yang harus diperhatikan adalah proteksi pada saluran transmisi. Saluran transmisi yang terhubung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 SULUT adalah Gardu Induk (GI) Lopana, kemudian dari Lopana terdapat beberapa cabang yaitu GI Kawangkoan dan Gas Insulated Substation (GIS) Teling.
Proteksi utama pada saluran transmisi adalah relai jarak. Agar tidak terjadi tumpang tindih (Overlapping) antara zona proteksi maka setting relai jarak perlu dikoordinasikan dengan zona proteksi relai jarak yang lain. Zona 1 relai jarak pada PLTU adalah saluran transmisi antara GI PLTU dan GI Lopana, Zona 2 adalah saluran transmisi antara GI Lopana dan GI Kawangkoaan, dan Zona 3 adalah GI Kawangkoan dan GI Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong I & II. Sedangkan untuk GIS Teling Zona 1 adalah antara GIS Teling dengan GI Lopana, Zona 2 adalah antara GI Lopana dan GI PLTU.
Dari hasil perhitungan setting relai jarak pada PLTU adalah sebagai berikut : Zona 1 = 2.984 Ð 79.3030 (Ohm), Zona 2= 4.4220 Ð 79.30 (Ohm), Zona 3 = 8.041 Ð 74.302 (Ohm). Untuk zona 1 dan zona 2 sesuai dengan kondisi lapangan, sedangkan untuk zona 3 tidak sama tapi perbedaannya hasil kecil. Sedangkan untuk GIS Teling diperoleh nilai setting sebagai berikut : Zona = 7.209 Ð 74.621 (Ohm), Zona 2 = 9.562Ð 75.7740 (Ohm) dan Zona 3 = 10.739 Ð 76.1620 (Ohm).
Kata kunci: Proteksi , Relai, Setting, Transmisi
Penulis: Nopransi Semuel, Hans Tumaliang, Lily Patras, Marthinus Pakiding
Kode Jurnal: jptkomputerdd120085

Artikel Terkait :