Intervensi pada Stroke Non-Hemoragik

Abstrak: Stroke merupakan penyebab kematian tersering ketiga di Amerika dan merupakan penyebab utama disabilitas serius jangka panjang. Delapan puluh lima persen stroke adalah non-hemoragik yang terdiri dari 25% akibat small vessel disease(stroke lakunar), 25% akibat emboli dari jantung (stroke tromboemboli) dan sisanya akibat large vessel disease. Riset kesehatan dasar tahun 2007 mendapatkan prevalensi stroke nasional sebesar 0.8%. Stroke juga menjadi penyebab kematian paling tinggi yaitu mencapai 15.9% pada kelompok umur 45 sampai 54 tahun dan meningkat jadi 26.8% pada kelompok umur 55 sampai 64 tahun. Stroke dikenal luas sebagai penyakit yang menimbulkan disabilitas permanen yang menyebabkan penderita kurang bahkan tidak produktif lagi. hal ini terjadi akibat kerusakal ini terjadi akibat kerusakan permanen jaringan otak yang tidak tergantikan. Tetapi apakah mungkin menghindari disabilitas atau mencegah kerusakan permanen pada jaringan otak bila terjadi tromboemboli?
Penulis: Yoga Yuniadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd100067

Artikel Terkait :