Insidensi Kanker Ovarium berdasarkan Faktor Risiko di RSUP Haji Adam Malik Tahun 2008-2011
Abstract: Kanker ovarium
menduduki urutan ke-5 dari 24 jenis kanker di kalangan wanita Indonesia
berdasarkan data dari The International Agency for Research on Cancer (IARC)
tahun 2008. Gejala klinis yang tidak spesifik pada stadium dini, maupun
keterlambatan merujuk pasien serta keterbatasan alat untuk mendeteksi kanker
ovarium pada stadium awal pada orang-orang dengan risiko tinggi menyebabkan
pasien didiagnosa pada stadium lanjut.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui insidensi pasien kanker ovarium
yang dirawat inap berdasarkan faktor risiko di RSUP Haji Adam Malik pada tahun
2008 hingga 2011. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional
dengan desain cross sectional study. Jumlah penderita kanker ovarium pada
penelitian ini adalah 337 orang.
Insidensi kanker ovarium paling banyak berdasarkan usia pada kelompok
usia antara 35-50 tahun (42.1%), berdasarkan usia menarche, pada usia antara
12-14 tahun (52.2%), berdasarkan riwayat menopause, pada penderita yang belum
menopause (59.9%), berdasarkan jumlah paritas, pada wanita nullipara(27.0%),
berdasarkan jumlah abortus, pada wanita yang tidak pernah mengalami abortus
(80.7%), berdasarkan berat badan, pada berat badan 40-50 kg (35.6%),
berdasarkan tinggi badan, pada tinggi badan antara 150-160 cm (61.9%),
berdasarkan indeks massa tubuh, pada wanita dalam kategori normal (44.9%),
wanita yang tidak menggunakan pil kontrasepsi mencatatkan kasus kanker ovarium
terbanyak (69.1%), dan kota Medan mencatatkan tempat tinggal penderita kanker
ovarium yang terbanyak yaitu (27.3%).
Pelbagai faktor berpengaruh pada seseorang wanita dalam mendapat kanker
ovarium, dan dalam usaha deteksi dini, wanita dengan faktor risiko kanker
ovarium haruslah sering diperiksa dan dievaluasi.
Penulis: Afiq Bin Johari
Kode Jurnal: jpkedokterandd130079