Hubungan Faktor Risiko dan Kejadian Mioma Uteri di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang

Abstract: Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos uterus yang terdiri dari sel-sel jaringan otot polos, jaringan pengikat fibroid dan kolagen. Kejadian mioma uteri di Indonesia sebesar 2,39%-11,70% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Faktor-faktor risiko seperti umur, paritas, umur menarche dan status haid dapat menyebabkan terjadinya mioma uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan kejadian mioma uteri di RSUD Tugurejo Semarang.
Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitic dengan pendekatan retrospective. Waktu penelitian dimulai dari bulan Oktober hingga Desember 2011. Berdasarkan perhitungan, besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 68 orang yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah uji statistik Chi Square/ Fisher’s Exact Test.
Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara umur dengan kejadian mioma uteri (p = 0,007), tidak terdapat hubungan bermakna antara paritas dengan kejadian mioma uteri (p = 0,186), terdapat hubungan bermakna antara umur menarche dengan kejadian mioma uteri (p = 0,007) dan terdapat hubungan bermakna antara status haid dengan kejadian mioma uteri (p = 0,004).
Kesimpulan: Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor-faktor risiko seperti umur ≥40 tahun, umur menarche normal (≥10 tahun) dan juga wanita yang masih haid merupakan faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mioma uteri.
Kata kunci: Mioma Uteri, Faktor Risiko
Penulis: Devy Isella Lilyani, Muhammad Sudiat, Rochman Basuki
Kode Jurnal: jpkedokterandd120123

Artikel Terkait :