HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN OSTEOPOROSIS STUDI DI RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA SURABAYA

ABSTRAK: Obesitas dan osteoporosis merupakan dua penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat. Penderita obesitas sering mengalami berbagai penyakit degeneratif, sementara obesitas juga dipercaya bersifat protektif terhadap osteoporosis. Namun, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor risiko osteoporosis. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan obesitas dengan osteoporosis. Penelitian dengan desain kasus kontrol ini melibatkan 77 kasus dan 77 kontrol yang diambil secara acak dari pasien yang memeriksakan kepadatan tulangnya di RS Husada Utama Surabaya selama periode Januari 2011 sampai Maret 2013. Kasus adalah pasien dengan osteoporosis sedangkan kontrol adalah pasien tanpa osteoporosis. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien yang memeriksakan kepadatan tulangnya pada  lumbar spine  L1-L4, berjenis kelamin perempuan, dan berusia ≥50 tahun. Kriteria eksklusinya adalah pasien dengan faktor risiko lain (merokok, konsumsi alkohol, rheumatoid arthritis, osteoporosis sekunder, riwayat osteoporosis keluarga, konsumsi obat glucocorticoid, dan fraktur sebelumnya). Dilakukan pencocokan usia antara sampel kasus dan kontrol. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Analisis univariat menunjukkan hasil bahwa rata-rata BMC, BMD, T-Score, Z-Score, berat badan, tinggi badan, dan BMI pada kelompok kasus lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Analisis bivariat dengan uji korelasi menunjukkan bahwa apabila BMI naik, maka indikator kepadatan tulang yaitu BMC (p = 0,000; r = 0,452), BMD (p = 0,000; r = 0,473), T-Score (p = 0,000; 0,477), dan Z-Score (p = 0,000; r = 0,279) juga akan naik dengan nilai OR = 0,24 (95% CI = 0,07–0,68). Penelitian ini membuktikan bahwa obesitas memberikan efek protektif terhadap osteoporosis.
Kata kunci: BMI, BMC, BMD, T-Score, Z-Score
Penulis: Dwi Alifatul Hi’miyah, Santi Martini
Kode Jurnal: jpkedokterandd130134

Artikel Terkait :