HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI, DURASI MENYUSUI DENGAN BERAT BADAN BAYI DI POLIKLINIK BERSALIN MARIANI MEDAN
Abstrak: ASI adalah nutrisi
alamiah terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan
optimal, sebab ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan untuk bertahan
hidup pada 6 bulan pertama, yang meliputi hormon, antibodi, faktor kekebalan,
dan antioksidan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan ukuran, besar,
jumlah atau dimensi pada tingkat sel, organ maupun individu. Parameter untuk
pertumbuhan yang biasa digunakan untuk
mengukur kemajuan pertumbuhan adalah berat badan dan tinggi badan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara frekuensi dan durasi menyusui dengan berat badan bayi selama proses
menyusui pada ibu yang berkunjung di Poliklinik bersalin Mariani Medan.
Penelitian termasuk deskriptif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki bayi berusia 6
bulan dan bayinya yang memiliki riwayat mendapat ASI Eksklusif, memiliki Kartu
Menuju Sehat (KMS), bayi dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat prematur/BBLR,
dengan jumlah 32 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi
Spearman Rank Order Correlation dengan taraf signifikan (p<0,05). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
frekuensi menyusui dengan berat badan bayi p=0,815 (p >0,05), dan juga
antara durasi menyusui dengan berat badan bayi
p=0,092 (p >0,05). penelitian
selanjutnya diharapkan dapat diteliti dengan observasi langsung.
Penulis: Tati purwani
Kode Jurnal: jpkeperawatandd120076