GAMBARAN STRES PADA PASIEN GAGAL GINJAL TERMINAL YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD PEKANBARU

Abstrak: Stres  merupakan  gangguan  emosional  dan  perilaku  yang  terjadi  dalam  melakukan  respon  penyesuaian  diri  terhadap  situasi tertentu karena adanya perbedaan antara tuntutan yang dihadapi terhadap kemampuan sumber daya yang  dimiliki.  Terapi yang dijalani seumur  hidup memberi perubahan dalam  kehidupan  pasien baik secara  fisik, kognitif, psiko, sosial maupun spiritual. Penelitian  ini  dilatarbelakangi  oleh  hal  tersebut  diatas  bahwa  pemaparan  tingkat  stres pada  pasien  gagal  ginjal  terminal  yang menjalani  terapi  hemodialisa  perlu  adanya,  mengingat  perbedaan  setiap  individu  dalam  merespon  perubahan  yang  dialami  berbeda satu sama lainnya tergantung dari kemampuan pasien melakukan penyesuaian terhadap perubahan tersebut.  Desain penelitian yang digunakan  adalah deskriptif. Sampel  penelitian diambil dengan cara random sampling pada  pasien yang menjalani terapi hemodialisa  sebanyak  36  orang.  Pengukuran  tingkat  stres  menggunakan  kuesioner  tertutup  dengan  analisis  Univariat  dalam bentuk  distribusi  frekuensi.  Hasil  penelitian  menunjukkan stres pasien  pada  tingkat  ringan  sebanyak 2  orang (6%), stres pasien tingkat  sedang  sebanyak  21  orang  (58%),  stres  pasien  tingkat  berat  sebanyak  13  orang  (36%).  Berdasarkan  hasil  penelitian  ini, menunjukkan  bahwa  perlunya  perawat  hemodialisa  mengetahui  tingkat  stres  pasien  gagal  ginjal  terminal  yang  menjalani  terapi hemodialisa sehingga dapat lebih berempati terhadap apa yang dialami pasien dan bukan hanya sekedar menjalankan rutinitas pemasangan alat dan perawatan semata.  Peneliti lain dapat digunakan  sebagai  dasar melakukan penelitian lebih lanjut.
Kata  Kunci: Gagal ginjal terminal, Hemodialisa, Stres
Penulis: Sandra,  Wan Nishfa Dewi,  Yulia Irvani Dewi
Kode Jurnal: jpkeperawatandd120080

Artikel Terkait :