Gambaran Pengetahuan Masyarakat Kota Medan Mengenai Penggunaan Obat Antijamur Topikal
Abstract: Insiden penyakit
jamur kulit merupakan insiden nomor tiga dari seluruh kasus penyakit kulit.
Salah satu penyebab kekambuhan adalah penggunaan obat antijamur topikal yang
bersifat mikostatik, artinya tidak membunuh spora. Obat antijamur topikal
sendiri lebih mudah didapatkan masyarakat bahkan tanpa resep dokter. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat mengenai
penggunaan obat antijamur topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pengetahuan masyarakat kota Medan mengenai penggunaan obat antijamur
topikal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan desain potong
lintang. Populasi penelitian adalah masyarakat di kecamatan-kecamatan yang ada
di Kota Medan, Medan Selayang, Medan Amplas, Medan Tuntungan, Medan Johor,
Medan Helvetia, Medan Sunggal, dan Medan Baru. Penarikan sampel dilakukan
dengan menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu dengan teknik
consecutive sampling. Sampel dikelompokkan berdasarkan karakteristik demografi
jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan. Pengetahuan tentang penggunaan
obat antijamur topikal akan diukur melalui wawancara dengan kuesioner
terstruktur. Pengetahuan ini dikelompokkan menjadi tiga kategori tingkat
pengetahuan yaitu pengetahuan kurang, pengetahuan sedang, dan pengetahuan baik.
Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antijamur topikal relatif baik
ditunjukkan dari 169 orang responden, 92 orang (54.4%) memiliki pengetahuan
baik, 74 orang (43.8%) memiliki pengetahuan sedang dan hanya 3 orang (1.8%) yang memiliki
pengetahuan kurang. Diperlukan promosi dan pendidikan kesehatan seperti
penyuluhan kepada masyarakat mengenai penggunaan antijamur topikal yang benar.
PENULIS: Siska Situmorang
Kode Jurnal: jpkedokterandd130077