GAMBARAN DISTRIBUSI PENDERITA GANGGUAN JIWA DI WILAYAH BANJARMASIN DAN BANJARBARU TAHUN 2011

ABSTRAK: Salah satu penyebab gangguan jiwa adalah faktor sosiodemografi yang meliputi;  usia,  jenis  kelamin  dan  kepadatan  penduduk.  Kota  Banjarmasin  dan Banjarbaru  merupakan  wilayah  yang  memiliki  tingkat  kepadatan  penduduk  yang  tinggi, sehingga  mempengaruhi  distribusi  gangguan  jiwa.  Tujuan  penelitian  untuk  mengetahui distribusi penderita gangguan jiwa di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan  metode  deskriptif  dengan  menggunakan  data  sekunder  gangguan  jiwa tahun  2011  yang  berada  di  Dinas  Kesehatan  Banjarmasin  dan  Banjarbaru.  Hasil  dari penelitian didapat bahwa jumlah penderita gangguan jiwa di Banjarmasin: psikosis 33%; non  psikosis  67%;  usia  terbanyak  31-40  tahun  31,07%;  perempuan  60,20%;  laki-laki 39,80%  dan  terbanyak  pada  Kecamatan  Banjarmasin  Selatan  23,25%.  Jumlah  penderita gangguan jiwa di Banjarbaru: psikosis 72%; non psikosis 28%; usia terbanyak >50 tahun 27,80%; perempuan 60,76%; laki-laki 39,24% dan terbanyak pada Kecamatan Banjarbaru Selatan  51,12%.  Dari  hasil  di  atas,  terdapat  beberapa  perbedaan  distribusi  penderita gangguan jiwa di Banjarmasin dan Banjarbaru tahun 2011.
Kata-kata kunci: gangguan jiwa, usia, jenis kelamin, kepadatan penduduk
Penulis: Al Furqonnata Mubarta, Achyar Nawi Husin, Syamsul Arifin
Kode Jurnal: jpkedokterandd130063

Artikel Terkait :