Eosinofil Kerokan Mukosa Hidung Sebagai Diagnostik Rinitis Alergi

Abstract: Rinitis alergi merupakan gangguan fungsi hidung, terjadi setelah pajanan alergen melalui inflamasi mukosa hidung yang diperantarai IgE. Walaupun rinitis alergi bukan penyakit yang berat, penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma (ARIA-WHO) menganjurkan tes kulit tusuk (TKT) sebagai pemeriksaan penunjang diagnostik, tetapi tidak semua sarana kesehatan memiliki fasilitas tersebut, oleh karena itu perlu dipilih pemeriksaan alternatif yang sesuai atau setara yaitu eosinofil kerokan mukosa hidung. Suatu uji diagnostik dilakukan pada 50 subjek tersangka rinitis alergi periode Februari-April 2005 di poliklinik alergi Bagian THT-KL FKUP–RSHS. Sebanyak 78% penderita menunjukkan TKT positif, 76% terdapat eosinofil pada mukosa hidung, 64% positif terhadap kedua pemeriksaan. Uji statistik menunjukkan hubungan bermakna antara TKT positif dan eosinofil positif (X2= 3,559; p = 0,03), sensitivitas eosinofil kerokan mukosa hidung 82,1% (95%CI: 82,02-82,18), spesifisitas 64,3% (95% CI: 63,52-65,08), dan akurasi 74% (95% CI: 73,94–74,06). Penelitian ini menunjukkan pemeriksaan eosinofil kerokan mukosa hidung dapat digunakan sebagai pengganti tes kulit tusuk pada sarana kesehatan yang tidak mempunyai fasilitas tersebut.
Kata kunci: Rinitis alergi, eosinofil kerokan mukosa hidung, tes kulit tusuk 
Penulis: Melati Sudiro, Teti HS Madiadipoera, Bambang Purwanto
Kode Jurnal: jpkedokterandd100044

Artikel Terkait :