DETERMINAN KEBERHASILAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF
ABSTRACT: Pemberian ASI
eksklusif secara nasional pada tahun 2010-2012 hanya 33,6-35%. Menyusui adalah
perilaku kesehatan multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi dari faktor
sosial, demografi, biologi, pre/postnatal, dan psikologi. Penelitian dilakukan
untuk mengidentifikasi faktor determinan pemberian ASI eksklusif. Cross
sectional retrospective study dilakukan di Instalasi Rawat Jalan dan Rawat Inap
RS Muhammadiyah Lamongan pada Januari-Maret 2013. Sebanyak 150 ibu dari anak
berusia 6-24 bulan dilibatkan sebagai sampel penelitian yang diambil dengan
metode purposive quota sampling. Kuesioner digunakan sebagai instrumen
penelitian untuk mengevaluasi faktor sosiodemografik, pre/postnatal, dan
psikososial terhadap keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif dengan uji
korelasi Spearman. Hasil menunjukkan angka ASI eksklusif sebesar 35,3% dengan
masa pemberian terbanyak sampai usia 4 bulan. Permasalahan menyusui (rs=0,249,
p=0,002) dan kunjungan ke klinik laktasi, keinginan (rs=0,306, p=0,000),
keyakinan (rs=0,306, p=0,000), dan persepsi ibu tentang kepuasan bayi saat
menyusu (rs=0,263, p=0,001), dukungan suami (rs=0,318, p=0,000) dan orang tua
(rs=0,290, p=0,000) mendorong keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Usia tua
(rs=-0,196, p=0,016), ibu bekerja (rs=-0,170, p=0,038), pemberian susu formula
di instansi pelayanan kesehatan(rs=-0,335, p=0,000), MPASI dini pada bayi usia
<6 bulan (rs=-0,710, p=0,000), dan pemakaian empeng (pacifier) (rs=-0,189,
p=0,020) menjadi faktor yang menghalangi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Pemberian MPASI dini merupakan faktor determinan negative yang paling kuat,
sedangkan keyakinan dan persepsi ibu yang kuat tentang menyusui merupkan faktor
determinan positif yang paling kuat.
Penulis: Bayu Kurniawan
Kode Jurnal: jpkedokterandd130417