Analisis Kecenderungan Akseptor KB Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Poli PKBRS RSUDZA
Abstrak: Keluarga berencana
diartikan sebagai metode-metode
pengendalian kelahiran yang
memungkinkan pasien untuk menunda atau mencegah reproduksi. Alat
kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu metode kontrasepsi
yang dianggap efektif
dan efisien namun
pengunaannya relatif lebih
rendah dibandingkan dengan penggunaan
metode kontrasepsi lain.
Berdasarkan mini survei
BKKBN, pengguna AKDR
mengalami penurunan dari 10,9%
pada tahun 2002-2003
menjadi 5,4% pada
tahun 2006. Telah
dilakukan penelitian deskriptif dengan
metode cross sectional
survey mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi akseptor
KB terhadap pemilihan AKDR
di Poli PKBRS
RSUDZA Banda Aceh
Periode Agustus 2009.
Populasinya adalah seluruh
akseptor KB yang datang ke Poli PKBRS RSUDZA Banda Aceh tahun 2009. Sampelnya adalah pasien yang datang ke poli
PKBRS RSUDZA dan yang bersedia untuk diwawancara pada saat dilakukannya penelitian ini(10 Agustus
2009 – 21
Agustus 2009) yang
berjumlah 57 orang.
Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi akseptor KB
terhadap Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 12
responden (21,05%) sebagai pengguna AKDR dan 45 responden (78,94%) sebagai akseptor
KB selain AKDR.
Pemilihan AKDR
sebagai alat kontrasepsi
cenderung ditemukan pada Akseptor dengan tingkat pengetahuan yang
baik mengenai AKDR, tingkat pendidikan yang tinggi, akseptor yang berumur 20-35
tahun dan akseptor yang bekerja.(JKS 2010;3:125-132)
Penulis: Tilaili Ibrahim
Kode Jurnal: jpkedokterandd100001