Usulan Perbaikan Sistem Handling Cargodoring Di Pelabuhan Peti Kemas Untuk Meminimalkan Biaya Distribusi Logistik
Abstrak: Sistem handling
pelabuhan peti kemas merupakan masalah krusial karena berkaitan dengan waktu, biaya, dan kepuasan konsumen. Sistem
handling yang baik terlihat dari waktu melakukan bongkar muat. Apabila waktu yang
dihabiskan relatif singkat,
maka sistem handling
tergolong baik. Tiga
tahapan umum dalam sistem
handling, yaitu (1)
Stevedoring, (2) Cargodoring
dan (3) Receiving.
Dari keseluruhan tahapan tersebut, proses
cargodoring merupakan proses
yang paling banyak
menghabiskan waktu bongkar
muat, sehingga biaya logistik di Indonesia menjadi tinggi. Fokus
penelitian untuk memberi solusi sistem handling cargodoring yang baik pada pelabuhan di Indonesia. Selain itu, akan dibahas pula pelabuhan
logistik lain yakni Pelabuhan Fremantle,
Australia sebagai pembanding
agar diperoleh gambaran
mengenai sistem handling
cargodoring yang digunakan di sana. Metode benchmarking digunakan dalam
pengambilan solusi perbaikan, serta kajian
Container Management, Reverse
Logistic, dan Layout
Study untuk membantu menemukan solusi
perbaikan. Hasil penelitian
diketahui bahwa pelabuhan
di Indonesia masih menggunakan head
truck dalam proses
cargodoring, sedangkan di
Fremantle telah menggunakan
kereta api, akibatnya waktu
bongkar menjadi terlalu
lama. Hasil penelitian
ini adalah berupa
gagasan perbaikan sistem handling
cargodoring yakni dengan
menggunakan kereta api
seperti di Fremantle,
tetapi dikembangkan menggunakan kereta
semi otomatis tanpa
kepala, yang memanfaatkan
tenaga air laut
dan sistem conveyor sebagai alat bantu pendorong peti kemas.
Penulis: Dwi Indah Maryanie, Wahyudi
Sutopo
Kode Jurnal: jptindustridd110092